Ilustrasi senjata airsoft gun. Foto: Muhammad Iqbal/Antara
Ilustrasi senjata airsoft gun. Foto: Muhammad Iqbal/Antara

Polisi Buru Pemilik Senjata yang Digunakan Memalak di Menteng

Nasional kasus pemerasan pemerasan
Siti Yona Hukmana • 25 Juni 2019 13:04
Jakarta: Polisi mengejar pemilik airsoft gun yang digunakan Maulana Ja'far, 20, dan Maulana Alfi Yasin, 23, untuk memeras Miskadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Airsoft gun tersebut diketahui milik saudara dari Ja'far.
 
"Tapi identitas saudaranya masih kita rahasiakan, soalnya masih kita kejar," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Gozali Luhulima saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Airsoft gun tersebut diduga ilegal. Sebab, tidak ditemukan surat-surat kepemilikan senjata dari kedua pelaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harusnya ada surat. Tapi mereka tidak punya surat-suratnya," ujar Gozali.
 
Di sisi lain, Gozali menyebut pistol yang dipegang oleh Ja'far saat memalak Miskadi tidak kosong. Ada peluru yang siap untuk melukai korban. "Ada, peluru gotri tapi hanya satu," ucap dia.
 
Ja'far dan Alfi selama ini bekerja sebagai juru parkir liar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya mengaku baru pertama kali melakukan kriminal.
 
"Untuk senjata, masih kita dalami," kata dia.
 
Baca:Polisi Ringkus Dua Pemeras BermodalAirsoft Gun
 
Sebelumnya, Ja'far dan Alfi memeras Miskadi di pinggir rel kereta api Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2019, sekitar pukul 02.00 WIB.
 
Ja'far dan Alfi berhasil ditangkap saat mengaku sebagai polisi. Mereka diringkus tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
 
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti saat meringkus kedua pelaku. Di antaranya, satu buah airsoft gun jenis pistol merek Pietro Beretta Gardone VT buatan Italia, satu buah magasin dengan peluru gotri besi atau kuningan, dan satu buah tas hitam.
 
Kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Metro Menteng guna penyidikan lebih lanjut. Mereka dikenakan Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif