Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Cindy.
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Cindy.

Polri Jamin Tak Ada Polisi Terpapar Radikalisme

Nasional nkri radikalisme
Cindy • 21 Juni 2019 16:57
Jakarta: Mabes Polri memastikan tak ada polisi yang terpapar radikalisme. Hal ini diungkap menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu terkait tiga persen anggota TNI terpapar paham radikalisme.
 
"Sudah arahan dan sudah ada ketentuan yang jelas. Seluruh anggota Polri harus tunduk, taat regulasi internal," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Juni 2019.
 
Dia menuturkan arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu jelas menyebut berbagai cara menyangkut paham yang bersifat radikal. Jika anggota kepolisian melanggar hal tersebut, mereka dapat dikenakan sanksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka ada tindakan-tindakan lebih lanjut, baik tingkat polres, tingkat polda, maupun Mabes Polri," tegas Dedi.
 
Sementara itu, Detasemen Khusus (Densus) 88 tidak meneliti tentang anggota TNI yang terpapar paham radikalisme. Hal itu, kata dia, adalah tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
 
"Karena di BNPT juga ada TNI-Polri, di situ juga ada Deputi Deradikalisasi," ucap jenderal bintang satu itu.
 
Sebelumnya, Menhan prihatin dengan dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah negara Islam. Parahnya lagi, kata dia, ada prajurit TNI yang terpapar paham radikalime.
 
Baca: Panglima TNI Diminta Identifikasi Prajurit Terpapar Radikalisme
 
"Pancasila itu kan perekat negara kesatuan ini. Rusaknya Pancasila, merusak persatuan kita. Hilangnya Pancasila berarti hilangnya negara ini," kata Ryamizard dalam acara halalbihalal dengan anggota aktif dan purnawirawan TNI di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Dia menjelaskan berdasarkan data Kementerian Pertahanan, sebanyak sekitar tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar radikalisme dan tidak setuju dengan Pancasila. "Kurang lebih tiga persen (anggota) TNI terpengaruh radikalisme," ujar dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif