Jakarta: Memasuki akhir bulan Ramadan, banyak umat Islam mulai mencari tahu sudah hari ke berapa mereka menjalankan ibadah puasa. Informasi ini penting, terutama untuk memaksimalkan amalan di 10 hari terakhir Ramadan.
Pada 18 Maret 2026, puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan telah memasuki hari ke-28 atau ke-29, tergantung pada metode penetapan awal bulan yang digunakan di Indonesia.
Perbedaan perhitungan puasa di Indonesia
Perbedaan jumlah hari puasa ini terjadi karena adanya dua metode penetapan awal Ramadan yang digunakan oleh umat Islam di Indonesia.
Bagi yang mengikuti keputusan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, pada 18 Maret 2026, puasa telah memasuki hari ke-28.
Sementara itu, bagi yang mengikuti Muhammadiyah, awal Ramadan ditetapkan pada 18 Februari 2026. Artinya, pada tanggal yang sama, puasa sudah memasuki hari ke-29.
Mengapa penting mengetahui hari puasa?
Mengetahui hari ke berapa puasa bukan sekadar informasi biasa. Hal ini membantu umat Muslim dalam menyusun rencana ibadah, terutama menjelang akhir Ramadan.
Perbedaan ini juga berpengaruh pada beberapa ibadah penting, seperti:
- Waktu pelaksanaan i’tikaf
- Penentuan malam Lailatul Qadar
- Pembayaran zakat fitrah
Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat menyesuaikan agenda ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Memasuki hari ke-28 atau ke-29 Ramadan, waktu yang tersisa tinggal beberapa hari lagi sebelum Hari Raya Idulfitri. Ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Di fase ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih fokus dalam beribadah, memperbanyak doa, serta mengejar keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.
Sebagaimana diketahui, 10 hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang paling utama, karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
Jakarta: Memasuki akhir bulan
Ramadan, banyak umat Islam mulai mencari tahu sudah hari ke berapa mereka menjalankan ibadah puasa. Informasi ini penting, terutama untuk memaksimalkan amalan di 10 hari terakhir Ramadan.
Pada 18 Maret 2026, puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan telah memasuki hari ke-28 atau ke-29, tergantung pada metode penetapan awal bulan yang digunakan di Indonesia.
Perbedaan perhitungan puasa di Indonesia
Perbedaan jumlah hari puasa ini terjadi karena adanya dua metode penetapan awal Ramadan yang digunakan oleh umat Islam di Indonesia.
Bagi yang mengikuti keputusan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, pada 18 Maret 2026, puasa telah memasuki hari ke-28.
Sementara itu, bagi yang mengikuti Muhammadiyah, awal Ramadan ditetapkan pada 18 Februari 2026. Artinya, pada tanggal yang sama, puasa sudah memasuki hari ke-29.
Mengapa penting mengetahui hari puasa?
Mengetahui hari ke berapa puasa bukan sekadar informasi biasa. Hal ini membantu umat Muslim dalam menyusun rencana ibadah, terutama menjelang akhir Ramadan.
Perbedaan ini juga berpengaruh pada beberapa ibadah penting, seperti:
- Waktu pelaksanaan i’tikaf
- Penentuan malam Lailatul Qadar
- Pembayaran zakat fitrah
Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat menyesuaikan agenda ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Memasuki hari ke-28 atau ke-29 Ramadan, waktu yang tersisa tinggal beberapa hari lagi sebelum Hari Raya Idulfitri. Ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Di fase ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih fokus dalam beribadah, memperbanyak doa, serta mengejar keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.
Sebagaimana diketahui, 10 hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang paling utama, karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)