Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar (Foto: Medcom/Syahrul Ramadhan)
Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar (Foto: Medcom/Syahrul Ramadhan)

SUSTAINABILITAS UHN Luncurkan TLFF, Platform Strategis Pembiayaan Berbasis Ekonomi Hijau

Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 April 2026 15:02
Ringkasnya gini..
  • SUSTAINABILITAS UHN meluncurkan Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF).
  • TLFF sebagai platform pembiayaan dan edukasi bagi pertumbuhan ekonomi hijau.
  • TLFF adalah satu platform berbasis ekonomi hijau yang dapat memberikan dampak nyata dalam bagi masyarakat luas.
Jakarta: SUSTAINABILITAS, pusat kajian sustainabilitas di bawah Universitas Harkat Negeri (UHN), mengambil langkah terobosan strategis untuk mendukung tujuan iklim dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan meluncurkan kembali Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) sebagai platform pembiayaan dan edukasi bagi pertumbuhan ekonomi hijau.
 
Peluncuran ini dilangsungkan pada Selasa, 7 April 2026 dan ditandai dengan  dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar dan Sekjen Global Alliance for a Sustainable Planet, Satya Tripathi.
 
TLFF atau Fasilitas Pembiayaan Lanskap Tropis  diluncurkan pertama kali pada tahun 2016 sebagai blended platform bentukan dari lembaga seperti UN Environment Program (UNEP), Badan Dunia dalam bidang Agroforestry (ICRAF), dan beberapa pelaku industri keuangan yang berfokus pada skema penyaluran dan pendanaan swasta jangka panjang baik pinjaman, fund maupun pendampingan teknis. 

Tujuannya adalah menyediakan pembiayaan bagi proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan hijau, pertanian berkelanjutan, dan energi terbarukan di Indonesia, dengan fokus pada pengurangan deforestasi guna pertumbuhan ekonomi hijau serta peningkatan taraf kehidupan terutama masyarakat pedesaan. 
 
Badan ini dibidani salah satunya oleh Alm. Kuntoro Mangkusubroto, Menteri ESDM 1998-1999, Kepala Badan Pelaksana - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias dan Kepala UKP4 periode 2009-2014.
 
Memperkenalkan pusat kerja dan kajian bagi sustainabilitas  yang memayungi TLFF di
rumah SUSTAINABILITAS yang berada di Transport Hub Dukuh Atas Lt. 5 Ruang 5A, Jakarta - Jl. Blora, Menteng, Jakarta Pusat. Ruang ini dipilih sebagai bentuk shifting gaya hidup urban berbasis pemikiran SUSTAINABILITAS dengan adanya upaya reduksi pemakaian kendaraan pribadi dengan fasilitas transportasi umum.
 
William Sabandar yang pada hari ini memantik diskusi menggarisbawahi langkah TLFF dalam menjawab tantangan dan konteks sustainabilitas  hari ini: “SUSTAINABILITAS adalah rumah bagi TLFF, di sini kami bersama sama akan membuat kajian, policy recommendations, melihat potensi penanganan, partnership dengan berbagai pihak, investasi untuk pendanaan, pelaku bisnis dan initiator sampai ke pemberdayaan bagi komunitas dan masyarakat”, jelasnya.
 
 
Selaku Direktur SUSTAINABILITAS, ia mengundang semua pihak yang peduli terhadap
lingkungan dan sustainabilitas untuk bekerja sama di semua titik kegiatan SUSTAINABILITAS baik di Jakarta maupun di Tegal.
 
Sementara Satya Tripathi, Sekjen Global Alliance for a Sustainable Planet menjelaskan
dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, Indonesia mempunyai kesempatan dan tantangan yang sama besarnya. Dengan target Net Zero 2030, TLFF mempunyai konteks yang lebih baik dari sisi policy, strategy dan kegiatan lapangan yang dapat langsung mengembalikan ekosistem dan ekologi. 
 
“Indonesia menjadi wadah yang baik untuk berbagai kegiatan TLFF dengan kayanya sumber daya, apalagi dengan adanya perhitungan cadangan karbon sebesar 600 juta ton. Jika ini dilakukan mulai sekarang, keadilan bagi semua tidak hanya pada masyarakat Indonesia tapi juga bagi kehidupan ekologinya,” jelasnya.
 
Ia menandaskan yang perlu dilakukan sekarang adalah menata diri dan bekerja sama agar kita berfokus pada lingkungan dan pertumbuhan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi semua yang dapat dicanangkan terjadi di 2030.
 
Sudirman Said, Rektor Universitas Harkat Negeri, membuka diskusi hari ini “Saya percaya
pada kolaborasi dan institusi. Ide hanya akan memiliki dampak nyata bila diwadahi oleh
institusi. Institusi akan melahirkan leadership, policy, dan actions. Institusi-lah yang akan sustain-lestari bahkan ketika para penggagasnya sudah tidak ada lagi.” TLFF adalah satu platform berbasis ekonomi hijau yang dapat memberikan dampak nyata dalam bagi masyarakat luas.
 
Acara hari ini dihadiri oleh kurang lebih 50 environment champions yang bergelut dan
mempunyai pengalaman panjang dalam dunia lingkungan dan keberlanjutan. Hasil dari diskusi hari ini akan menjadi pijakan bagi langkah strategis dan nyata bagi TLFF dan SUSTAINABILITAS dengan target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2030 dan 2060 serta peningkatan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia yang berbasis pada ekonomi hijau.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>