Ilustrasi Idulfitri. Foto: Unplash
Ilustrasi Idulfitri. Foto: Unplash

9 Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Indonesia, Ada Perang Ketupat hingga Meriam Karbit

Annisa ayu artanti • 06 Maret 2026 15:19
Ringkasnya gini..
  • Lebaran di Indonesia dirayakan dengan berbagai tradisi khas yang sarat makna budaya dan religius.
  • Sekitar 143,9 juta orang diproyeksikan mudik pada Lebaran 2026 menurut survei Kemenhub.
  • Tradisi unik seperti Grebeg Syawal, Perang Topat, hingga Meriam Karbit masih dilestarikan hingga kini.
Jakarta: Setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan, umat muslim di Indonesia bersiap merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Momen Lebaran tidak hanya menjadi hari kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga waktu berkumpul bersama keluarga serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
 
Di berbagai daerah Indonesia, perayaan Lebaran juga diwarnai dengan tradisi khas yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap tradisi memiliki keunikan tersendiri dan sarat makna, mulai dari simbol rasa syukur, persaudaraan, hingga doa untuk keberkahan.

Perputaran ekonomi dan tradisi mudik lebaran

Lebaran juga identik dengan tradisi mudik. Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, sekitar 143,9 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.
 
Jumlah tersebut setara dengan 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga bagian dari budaya sosial yang mempererat hubungan keluarga serta menjaga tradisi lokal di berbagai daerah.

Tak heran jika banyak daerah menggelar ritual dan tradisi unik yang hanya muncul saat momentum Lebaran.
 
Baca juga: Biar Nggak Tekor, Ini Kisaran Uang Amplop THR yang Pas untuk Lebaran

Tradisi unik menyambut lebaran di Indonesia

Melanir laman BCA Prioritas, berikut beberapa tradisi khas yang masih dilestarikan masyarakat Indonesia menjelang maupun setelah Idul Fitri.
 
1. Grebeg Syawal – Yogyakarta
Tradisi Grebeg Syawal telah berlangsung sejak abad ke-16 dan menjadi salah satu budaya khas Keraton Yogyakarta.
 
Dalam tradisi ini, terdapat tujuh gunungan berisi berbagai makanan yang diarak dari keraton. Setelah diarak, gunungan tersebut diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani Ramadan.
 
2. Perang Topat – Nusa Tenggara Barat
Perang Topat merupakan tradisi unik yang dilakukan dengan saling melempar ketupat. Tradisi ini melambangkan kerukunan antara umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di daerah tersebut. Setelah acara selesai, ketupat yang digunakan biasanya diperebutkan kembali karena dipercaya membawa kesuburan bagi pertanian.
 
3. Ronjok Sayak – Bengkulu
Tradisi Ronjok Sayak dilakukan dengan membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga mencapai tinggi sekitar satu meter.
 
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun ini menjadi simbol hubungan antara manusia dan leluhur. Biasanya, ritual Ronjok Sayak digelar setelah salat Isya pada malam 1 Syawal.
 
4. Meugang – Aceh
Di Aceh, masyarakat mengenal tradisi Meugang yang dilakukan menjelang Lebaran. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi atau kambing, kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Meugang menjadi simbol rasa syukur sekaligus solidaritas sosial.
 
5. Rampak Bedug – Banten
Rampak Bedug adalah kesenian tradisional berupa tabuhan bedug yang dimainkan secara bersama-sama sehingga menghasilkan irama khas. Kesenian ini biasanya digelar saat malam takbiran menjelang Idul Fitri. Selain menjadi hiburan, Rampak Bedug juga melambangkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.
 
6. Festival Meriam Karbit – Pontianak
Festival Meriam Karbit menjadi salah satu tradisi Lebaran paling meriah di Pontianak. Festival ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai sebelum, saat, hingga setelah Lebaran. Selain menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri, tradisi ini juga merupakan warisan budaya yang berkaitan dengan sejarah Kota Pontianak.
 
7. Binarundak – Sulawesi Utara
Binarundak merupakan tradisi memasak nasi jaha, makanan khas Sulawesi Utara yang dibuat dari beras dan dimasak dalam batang bambu.
 
Kegiatan memasak dilakukan bersama selama tiga hari setelah Idul Fitri. Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
 
8. Baraan – Riau
Tradisi Baraan dilakukan dengan kunjungan massal antartetangga secara berkelompok. Kegiatan ini biasanya dimulai dari tingkat RT hingga desa. Dalam setiap kunjungan, masyarakat biasanya membaca doa bersama sebelum atau setelah makan, sehingga tradisi ini memiliki nilai religius yang kuat.
 
9. Tumbilotohe – Gorontalo
Tumbilotohe adalah tradisi menyalakan lampu minyak tradisional dari damar pohon yang disusun rapi membentuk simbol-simbol Islam. Lampu-lampu tersebut biasanya dipasang menjelang Idul Fitri, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus memiliki makna spiritual bagi masyarakat Gorontalo.
 
Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa perayaan Lebaran di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga erat dengan budaya dan nilai sosial masyarakat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>