Apalagi setelah mobilitas masyarakat kembali normal, tradisi ini makin terasa semarak karena banyak keluarga bisa kembali berkumpul di kampung halaman.
Namun, perlu dipahami bahwa isi amplop salam tempel berbeda dengan besaran THR yang diterima dari kantor atau instansi. Amplop Lebaran lebih dimaknai sebagai simbol berbagi, bukan kewajiban dengan nominal besar.
Salam tempel bukan kewajiban, tapi tradisi berbagi
Biasanya, salam tempel diberikan oleh orang dewasa yang sudah memiliki kondisi finansial lebih stabil. Pemberian ini ditujukan kepada orang tua, anak-anak, hingga keponakan sebagai bentuk perhatian dan berbagi kebahagiaan.Meski bukan kewajiban, tetap diperlukan perhitungan matang. Jangan sampai niat berbagi justru membuat kondisi keuangan terganggu atau menguras tabungan setelah Lebaran.
| Baca juga: Paket Penukaran Uang Lebaran 2026, Ini Rinciannya! |
Kisaran nominal salam tempel Lebaran
Agar lebih terencana, berikut gambaran kisaran nominal amplop THR Lebaran yang umum diberikan:1. Anak SD (bukan keluarga dekat)
Sekitar Rp5.000 hingga Rp20.000.
2. Bayi hingga Anak SD (keluarga dekat)
Sekitar Rp10.000 hingga Rp50.000.
3. Anak SMP–SMA (keluarga)
Berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000.
4. Mahasiswa atau Anak Kuliah
Umumnya Rp150.000 hingga Rp200.000.
5. Orang Tua
Untuk orang tua, nominal biasanya lebih besar, yakni sekitar Rp500.000 hingga Rp1 juta. Jika memiliki rezeki lebih, jumlahnya tentu bisa disesuaikan kembali.
Nominal di atas bukan patokan mutlak. Setiap orang memiliki kemampuan finansial yang berbeda. Yang terpenting adalah niat berbagi dan menjaga silaturahmi.
Sebelum membagikan amplop, sebaiknya buat anggaran khusus dari dana THR yang diterima. Pisahkan pos untuk kebutuhan pribadi, tabungan, dan salam tempel agar pengeluaran tetap terkontrol. Dengan perencanaan sederhana, tradisi berbagi tetap berjalan tanpa membuat dompet ‘menjerit’ setelah Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News