Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah. Foto: Antara Foto/Syaiful Arif
Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah. Foto: Antara Foto/Syaiful Arif

Gus Sholah Sosok Pemersatu

Nasional obituari
Antara • 03 Februari 2020 09:17
Jakarta: Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berbelasungkawa atas wafatnya Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Bamsoet mengenang Gus Sholah sebagai tokoh panutan yang selalu berbuat demi persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Almarhum tidak hanya dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, tetapi sudah menjadi tokoh panutan yang selalu berbicara dan bekerja demi terwujudnya persatuan umat beragama," kata Bamsoet di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Bamsoet menuturkan almarhum Gus Sholah akan selalu dikenang sebagai negarawan yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa. Kehilangan bukan hanya dirasakan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), namun juga para sahabat almarhum dari berbagai kalangan dan komunitas lainnya. Termasuk Partai Golkar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nama almarhum tak akan pernah hilang dari catatan Partai Golkar, sebab pada Pemilu Presiden 2004, Partai Golkar meminang Gus Sholah sebagai calon wakil presiden untuk disandingkan dengan calon presiden Wiranto," ucap Wakil Ketua Umum Golkar itu.
 
Bamsoet juga ingat ketika inisiator hak angket kasus Bank Century rajin berdiskusi dengan Gus Solah sehingga kasus ini masuk pengadilan. Selama hidupnya, kata Bamsoet, Gus Sholah sering menerima dan menampung keluh kesah beragam kalangan.
 
"Itu sebabnya, banyak komunitas menjadikan almarhum Gus Sholah sebagai sosok pejuang martabat kemanusiaan," katanya.
 
Menurut dia, Gus Sholah menyuarakan berbagai persoalan melalui sejumlah tulisan yang dipublikasikan. Putra Pendiri NU Kiai Haji Hasyim Asy'ari itu pun tidak segan menyampaikan kritik konstruktif.
 
"Saya ikut merasakan kesedihan keluarga almarhum Gus Sholah dan keluarga besar nahdiyin. Dalam suasana duka ini, saya dan rekan-rekan di MPR melantunkan doa agar keluarga dan komunitas nahdiyin tabah serta merelakan kepergian almarhum Gus Sholah," ungkapnya.
 
Gus Sholah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Ia berpulang sekitar pukul 20.55 WIB, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Gus Sholah sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Adik Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu sempat menjalani operasi karena masalah pada selaput jantung.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif