Pemberantasan Penyelundupan Bahan Pangan Diintensifkan

02 Juli 2018 19:20 WIB
penyelundupan
Pemberantasan Penyelundupan Bahan Pangan Diintensifkan
Petugas Polri bersama Kementerian Perdagangan memasang garis polisi di tempat penyimpanan bawang bombai mini impor ilegal di Jalan Letda Sujono Medan, Sumatera Utara, Senin (25/6/2018). Foto: Antara/Septianda Perdana
Jakarta: Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berupaya mengungkap kasus penyelundupan berbagai bahan pangan impor ke Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung penuh upaya ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan mengintensifkan kerja sama dengan kepolisian guna memberantas aksi pengiriman bahan pangan impor ilegal. Ia mendukung penuh dan mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang berupaya memberantas praktik lancung itu di Indonesia.

"Kalau kita temukan penyelundupan, pasti akan langsung laporkan ke Bareskrim," kata Enggartiasto, seperti dilansir Antara, Senin, 2 Juli 2018.


Salah satu kasus yang saat ini tengah ditangani Bareskrim Polri adalah dugaan impor bawang bombai ilegal asal India ke Belawan, Sumatera Utara

Enggar menyatakan telah memberikan sanksi administrasi terhadap perusahaan yang terlibat dalam penyelundupan itu. Salah satu sanksinya adalah membekukan izin dan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) perusahaan tersebut.

"Sanksi serupa juga kami berikan terhadap individu seperti manajemen maupun pemilik perusahaan. Artinya, manajemen maupun pemilik perusahaan yang dibekukan tidak dapat mengajukan kembali izin menggunakan perusahaan lain atau ‘berganti baju’," katanya.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggriono Sutiarto, menambahkan importir 'nakal' juga akan dilaporkan ke penegak hukum. Veri memastikan Kemendag bekerja sama dengan penyidik Polri untuk memidanakan para penyelundup.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti meminta Polri dapat segera memproses pidana pihak yang terlibat, termasuk oknum pegawai.

"Pemerintah harus melindungi petani bawang merah di Tanah Air. Terlebih telah ada regulasinya antara lain Keputusan Menteri Pertanian dan Peraturan Menteri Perdagangan yang melarang impor bawang bombai mini," kata Poengky.

Baca: Penyelundupan 670 Ton Bawang Bombai Diusut

Sebelummya, tim gabungan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag bersama anggota Bareskrim Polri mengungkap upaya penyelundupan 670 ton bawang bombai mini asal India di Gudang Hamparan Perak Medan, Sumatera Utara.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga memastikan akan menyelidiki dugaan oknum apatur pemerintah. Salah satunya dari Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Kementerian Pertanian.

Daniel menyatakan sanksi administrasi terhadap perusahaan maupun individu yang diduga terlibat penyelundupan bawang bombai tidak menghentikan proses pengusutan pidana yang ditangani Bareskrim. Saat ini, kata dia, penyidik tengah menangani banyak perusahaan yang terindikasi terlibat penipuan izin impor bawang bombai mini ini.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id