Kepala BPOM, Penny K. Lukito. Medcom.id/Theo
Kepala BPOM, Penny K. Lukito. Medcom.id/Theo

BPOM Izinkan Penggunaan Paxlovid untuk Pengobatan Covid-19

Antara • 18 Juli 2022 10:48
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan penggunaan obat Paxlovid tablet salut selaput untuk pengobatan pasien covid-19 di Indonesia. Izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) obat Paxlovid tablet salut selaput, obat terapi antivirus inhibitor protease SARS-CoV-2 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Pfizer dikeluarkan BPOM pada Minggu, 17 Juli 2022.
 
??????"Paxlovid dalam bentuk kombipak yang terdiri atas Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati covid-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan, dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju covid-19 berat," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 18 Juli 2022.
 
Anjuran penggunaannya, terang Penny, Nirmatrelvir 300 mg atau dua tablet dan Ritonavir 100 mg atau satu tablet, yang diminum bersama-sama dua kali sehari selama lima hari. Penny memastikan secara umum, pemberian Paxlovid aman dan dapat ditoleransi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, efek samping penggunaan obat itu dalam kisaran ringan hingga sedang berupa dysgeusia atau gangguan indra perasa sebesar 5,6 persen, diare 3,1 persen, sakit kepala 1,4 persen, dan muntah 1,1 persen. Hasil uji klinik fase 2 dan 3 menunjukkan Paxlovid dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau kematian hingga 89 persen pada pasien covid-19 dewasa dengan komorbid atau penyakit penyerta yang tidak dirawat di rumah sakit.
 
"Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal," ujar dia.
 
Paxlovid menambah isi daftar jenis antivirus yang bisa digunakan dalam penanganan pasien covid-19 di Indonesia. Selain Paxlovid, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat obat antivirus Favipiravir dan Remdesivir (2020), antibodi monoklonal Regdanvimab (2021), serta Molnupiravir (2022).
 

Baca: WHO Sangat Merekomendasikan Pil Paxlovid Pfizer untuk Pasien Covid-19


BPOM bersama Kementerian Kesehatan akan mengawasi penggunaan Paxlovid dan obat-obat terapi covid-19 yang sudah diizinkan penggunaannya di Indonesia. Penny mengatakan BPOM mengawasi dari hulu hingga hilir untuk mencegah peredaran obat ilegal. Pengawasan dilakukan mulai dari pemasukan bahan baku obat, produksi obat, distribusi obat, hingga produk obat beredar di pasaran.
 
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas, hindari mengonsumsi obat-obat ilegal," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif