Prananda Surya Paloh saat ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. Foto: Ist
Prananda Surya Paloh saat ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. Foto: Ist

Gus Dur Disebut Tauladan Politik Kemanusiaan

Nasional haul gus dur
Sobih AW Adnan • 22 Desember 2018 14:44
Jakarta: Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dinilai sebagai tauladan politik kemanusiaan. Gus Dur dinillai figur ulama yang mampu menempatkan politik sebagai sarana dalam memperjuangkan kemanusiaan.
 
"Beliau mengajarkan kita bahwa yang terpenting dari politik adalah kemanusiaan. Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik bangsa seperti Gus Dur yang dengan kematangannya di bidang agama mampu mengintegrasikan nilai-nilai universal agama dan semangat nasionalisme," Kata Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, Sabtu, 22 Desember 2018.
 
Prananda mengatakan, apa yang diajarkan Gus Dur harus terus mengalir dalam nadi perpolitikan Indonesia. Semua pihak harus menjaga kondusifitas dan menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan apapun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terutama menghadapi tahun politik. Sebab akhir-akhir ini hoaks, ujaran kebencian dan politik identitas atas nama agama seringkali menjadi alat kampanye bagi sebagian kelompok dalam meraih kekuasaan," ujarnya.
 
Baca: Mahfud: Tak Ada Korupsi di Era Gus Dur
 
Sekjen Garda Pemuda NasDem Moh. Haerul Amri menilai Gusdur adalah kiai demokratis. Sebagai ulama sekaligus negarawan, Gus Dur dengan sikap keislaman dan keindonesiaannya menunjukkan bahwa Islam harus menjadi ruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
"Bahkan beliau selalu menyatakan bahwa Islam itu agama demokrasi," kata Haerul.
 
Haerul mengatakan, Islam seirama dengan Pancasila. Menurutnya lima dasar negara yang dirumuskan para leluhur bangsa sesuai dengan nilai-nilai Islam.
 
"Sila pertama merupakan perwujudan dari tauhid, sila kedua sesuai dengan konsep Islam yaitu kemanusiaan, sila ketiga adalah pentingnya menanamkan ukhuwah, sila keempat menjunjung musyawarah amruhum syuro bainahum, dan sila kelima prinsip keadilan (ta’addul)," ujar pemuda yang juga menjabat sebagai Waketum PP. GP. Ansor itu.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi