Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa

Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Punya Perspektif Ekologis

Adri Prima • 01 Juni 2026 21:50
Ringkasnya gini..
  • Lestari Moerdijat menekankan Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya bermakna dari sisi politik dan hukum, tetapi juga memiliki perspektif ekologis.
  • Menurut Rerie, nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
  • Hal itu disampaikan Lestari Moerdijat pada acara nonton bareng (nobar) film Maira Generasi Penjaga Bumi, di bioskop Blok M Square, Jakarta Selatan.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya bermakna dari sisi politik dan hukum, tetapi juga memiliki perspektif ekologis.
 
Hal itu disampaikan Lestari Moerdijat pada acara nonton bareng (nobar) film Maira Generasi Penjaga Bumi, di bioskop Blok M Square, Jakarta Selatan, Rabu (20/5). 
 
Acara nobar dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan itu dihadiri para mahasiswa dan komunitas pemuda di kawasan Jakarta Selatan. 

“Selama ini, kita sering hanya memaknai empat pilar dalam konteks politik, hukum, dan kehidupan sosial saja. Namun, marilah kita melihatnya dari sudut yang lebih dalam dan lebih mendasar,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari. 
 
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, nilai kebangsaan sejatinya berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna ekologis yang kuat. “Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, itu tidak hanya dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga  kemampuan kita untuk tidak merusak lingkungan. Kita tidak bisa menyebut diri kita beradab jika kita merusak ruang hidup kita sendiri,” tegas Rerie. 
 
Ia menambahkan, film Maira Generasi Penjaga Bumi bukan sekadar cerita, melainkan cermin hubungan manusia dengan hutan, dengan alam, serta cermin pilihan dan konsekuensinya.
 
Ia mengajak penonton untuk tidak sekadar melihat, tetapi merasakan, memahami, dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, yang juga hadir dalam nobar tersebut menilai film Teman Tegas Maira menyampaikan pesan yang kuat tentang relasi manusia dengan alam dan makna menjaga kehidupan.
 
"Teman Tegar Maira bukan sekadar film tentang persahabatan, tetapi tentang rumah, kehilangan, dan keberanian menjaga apa yang tersisa," ujar Wibi.
 
Menurut Wibi, melalui perjalanan tokoh Maira dan Tegar, film ini mengingatkan bahwa alam bukan hanya tempat hidup, melainkan bagian dari cerita, budaya, dan masa depan yang harus dijaga bersama.
 
"Dengan latar Papua yang indah, musik yang menyentuh, dan pesan yang kuat, film ini membuat kita bertanya: apakah kita masih mendengar bisikan alam sebelum semuanya benar-benar terlambat?" pungkasnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>