Diskusi 'Meningkatkan Layanan, Merangkai Konektivitas. Foto: Medcom.id/Nur Azizah
Diskusi 'Meningkatkan Layanan, Merangkai Konektivitas. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

AirNav Gelontorkan Rp2,6 Triliun Tingkatkan Layanan

Nasional penerbangan airnav
Nur Azizah • 20 Februari 2019 15:39
Padang: Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia mengalokasikan Rp2,6 triliun untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk 290 program layanan navigasi penerbangan di seluruh cabang AirNav Indonesia.
 
Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, mengatakan nilai investasi tahun ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,9 triliun. Novie menuturkan besarnya investasi itu untuk meningkatkan konektivitas nusantara melalui transportasi udara.
 
"Selama enam tahun kami berkomitmen untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia, AirNav Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan," kata Novie dalam diskusi bertajuk 'Meningkatkan Layanan, Merangkai Konektivitas' di Padang pada Rabu, 20 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novie menjelaskan investasi tersebut ditujukan untuk modernisasi peralatan CNS-A (Communication, Navigation, Surveillance, dan Automation) dan peningkatan kualitas personel layanan navigasi penerbangan. Anggaran yang dialokasikan untuk peralatan komunikasi sebesar Rp260,4 miliar (10 persen), navigasi Rp113,5 miliar (4 persen), dan pengawasan sebesar Rp222 miliar (9 persen).
 
Lalu anggaran untuk otomatisasi sebanyak Rp1,1 triliun (44 persen), mekanikal dan elektrikal Rp71,4 miliar (3 persen), serta bangunan dan dukungan Rp779,7 miliar (30 persen).
 
(Baca juga: Airnav Denpasar Bidik Peningkatan Penerbangan 35 Slot Setiap Jam)
 
“Dalam mengantisipasi pertumbuhan traffic penerbangan, kualitas layanan navigasi penerbangan akan kami tingkatkan bukan hanya di bandara-bandara besar, tetapi juga bandara yang lebih kecil hingga bandara-bandara perintis," jelas dia.
 
Salah satu bandara perintis yang dimaksud ialah bandara di Papua. Khusus di Papua, AirNav meluncurkan 45 program dengan nilai Rp245,5 miliar. 
 
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2018 lalu yang hanya sebesar Rp156 miliar. Beberapa program besar yang dikerjakan oleh AirNav Indonesia pada 2019 antara lain adalah pembangunan menara pengendali lalu lintas penerbangan (ATC Tower) di New International Yogyakarta Airport (NYIA), Banjarmasin, Solo, Ilaga, Wamena, Palu, Silangit, Bengkulu, Letung, Muara Teweh, Dekai, dan Sintang.
 
Lalu program peremajaan dan upgrade ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) di sejumlah bandara, A-SMGCS (Advanced-Surface Movement Guidance and Control System) level 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, penambahan mobile tower, serta 3D ATC simulator dan surveillance simulator.
 
"Seluruh program investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan navigasi penerbangan secara merata di seluruh ruang udara Indonesia," kata Novie.
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif