Investigasi Insiden Lion Air Ditargetkan Selesai 12 Bulan

Kautsar Widya Prabowo 28 November 2018 16:45 WIB
Lion Air Jatuh
Investigasi Insiden Lion Air Ditargetkan Selesai 12 Bulan
Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/Jaya Kusuma.
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menginvestigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Investigasi diperkirakan memakan waktu 12 bulan.

"Mengingat kecelakaan ini menjadi perhatian dunia dan banyak pihak ingin belajar dari kejadian ini," kata Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

Menurut dia, investigasi KNKT juga fokus pada upaya perbaikan keselamatan penerbangan. Apabila investigasi menemukan hal yang perlu diperbaiki demi keselamatan. Hasil investigasi akan diberikan kepada pihak terkait.


Dalam investigasi ini, salah satu langkah yang akan dilakukan ialah rekonstruksi penerbangan dengan mesin simulator milik Boeing, pabrikan pesawat Lion Air PK-LQP. Rekonstruksi dijalankan berdasarkan rekaman data penerbangan atau flight data recorder (FDR).

KNKT juga akan memeriksa fasilitas perbaikan pesawat di Florida, Amerika Serikat. Pasalnya, sensor angle of attack (AoA) yang terpasang di pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 itu pernah diperbaiki Negeri Paman Sam.

Baca: KNKT Minta Lion Air Tingkatkan Budaya Keselamatan

"Melakukan pemeriksaan mengenai fasilitas yang di Florida ini. Apa yang dilakukan? Apa kerusakan yang dialami? Bagaimana perbaikan dan hasil tes yang dilakukan terhadap AoA," imbuh dia.

Sebanyak 385 penerbangan telah dilakukan pesawat nahas itu. KNKT pun akan melihat apakah selama penerbangan tersebut sempat ada masalah yang sama.

“Ini yang akan kita evaluasi apakah dalam penerbangan ini juga mengalami gangguan seperti penerbangan yang tercatat di dalam FDR," kata dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id