KNKT Minta Lion Air Tingkatkan Budaya Keselamatan
Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo--Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP. KNKT merekomendasikan agar Lion Air meningkatkan budaya keselamatan dalam penerbangan.

Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo menjelaskan rekomendasi ini berdasarkan hasil evaluasi lembaga-lembaga terkait. Seperti Lion Air, Batam Aero Technic, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Boieng Company, dan Federal Avition Adminitrasi.

Namun, KNKT menyatakan perlu tambahan rekomendasi untuk Lion Air. "Menjamin implementasi dari Operating Manual part a subchapter 1,4,2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan ," ujar Nurcahyo dalam konferensi pers, di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.


KNKT juga meminta Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat. Selain itu, setiap pilot  harus dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak melanjutkan.

Pasalnya, sebelum penerbangan Jakarta menuju pangkal pinang, penerbangan PK-LQP mengalami kendala dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Sokerno Hatta, Jakarta.

Dari alur terjadinya gangguan yang tercatat dalam flight data recorder (FDR), KNKT mengidentifikasi ada getaran yang terjadi di kemudi pilot pesawat PK-LQP. Kemudi aktif sesaat sebelum lepas landas dan terbang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Minggu 28 Oktober 2018, sekitar pukul 22.00 WITA.





(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id