Pecahkan Rekor, 10 e-Warung Diresmikan Mensos di Bandung

M Studio 06 September 2016 18:36 WIB
kunjungan mensos
Pecahkan Rekor, 10 e-Warung Diresmikan Mensos di Bandung
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meresmikan 10 e-Warung Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) di Kota Bandung, Jumat, 2 September 2016 (Foto:Dok.Kemensos)
medcom.id, Bandung: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meresmikan 10 e-Warung Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) di Kota Bandung, Jumat, 2 September 2016.

Peluncuran e-Warung di Kota Bandung ini merupakan kota ke-16. Istimewanya, event ini memecahkan rekor peluncuran e-Warung terbanyak yakni 10 e-Warung sekaligus.

"Saya apresiasi aplikasinya di Kota Bandung sudah siap," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa.


Peluncuran e-Warung yang diprioritaskan untuk Program Keluarga Harapan itu digelar di kawasan industri rajutan unggulan di Kota Bandung, ditandai dengan penyerahan bantuan sosial dan subsidi pemerintah oleh Mensos kepada 50 keluarga penerima manfaat senilai total Rp750 juta.

"e-Warung ini ke depan akan menjadi salah satu sarana untuk menekan praktik rentenir. Peserta atau pemegang Kartu Sejahtera ini juga otomatis jadi anggota Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera," kata Khofifah.


(Foto:Dok.Kemensos)

Layanan e-warung KUBE PKH yang dinaungi oleh Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) dan dukungan aplikasi layanan Bank BNI untuk penyaluran bantuan sosial dan subsidi dari pemerintah.

Penerima kartu peserta PKH akan mendapat Rp105 ribu per bulan yang dapat digunakan untuk bertransaksi di e-Warung secara non-tunai.

"Ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memfasilitasi penerimaan subsidi secara non tunai, ke depan program bantuan lain bisa disalurkan dan menggunakan kartu ini," kata Khofifah.

Turut hadir pada acara peresmian e-Warung di Bandung, yaitu Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil, Wakil Direktur Utama BNI Suprajanto, Direktur Pengembangan Bulog Imam Subowo, Dirjen Linjamsos, Dirjen PFM, Kabadan badiklitpensos, Bulog Jabar, BNI, Ototitas Jasa Keuangan (OJK) Jabar serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik kehadiran e-Warung karena merupakan ciri smartcity yang mengurangi transaksi langsung, dan menggunakan sistem non-tunai.


(Foto:Dok.Kemensos)

"Kota Bandung fokus untuk mendukung transaksi pertukaran barang dan mengurangi pembayaran tunai. Program e-Warung ini merupakan ciri khas smartcity, dan selaras dengan program di Kota Bandung," kata Emil.

Program e-Warung berkolaborasi dengan Bulog Jabar yang akan memasok komoditas antara lain beras, terigu, minyak goreng dan gula pasir. Juga dilengkapi dengan komoditas bawang merah dan putih, serta gas bersubsidi.

Penerima manfaatkan akan mendapatkan kartu dengan vitur e-woles yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat untuk mengakses dan menerima subsidi dari pemerintah. e-Warung juga akan diperkuat aplikasi minimarket untuk mencatat transaksi dan ketersediaan stok barang serta akses ke BUMN yag terkait dalam program itu.

Pada kesempatan itu juga ditandatangani program kerja sama dengan Universitas Pajajaran (Unpad) untuk pengembangan e-Warung, termasuk memperkuat peran dan manajemen sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat kehadirannya.

Unpad akan memberikan pendampingan dan pengembangan e-Warung agar dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat kurang mampu.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id