Jakarta: Suasana penyeberangan di jalur Ketapang-Gilimanuk mendadak mencekam pada hari Rabu, 31 Desember 2025. Seorang penumpang Kapal Feri KMP Potre Koneng berinisial AW (36) dilaporkan terjatuh ke laut saat kapal sedang bersandar di Dermaga MB3, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.56 WITA. Kapal sedang melakukan gerakkan untuk bersandar di dermaga.Beberapa saat ketika kejadian ini terjadi, petugas langsung bergerak cepat.
“Saat menerima laporan adanya penumpang yang terjatuh ke laut, personel Polri yang bertugas langsung bergerak melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan kru kapal serta instansi terkait untuk melakukan penyelamatan korban,” ujar Arya seperti dikutip Kamis, 1 Desember 2025.
Petugas kapal langsung melemparkan pelampung dari kapal untuk melakukan penyelamatan, terdapat juga petugas tali tambang yang berenang menuju korban. Seusai berhasil dievakuasi ke daratan, para petugas bersama Polri, TNI AL, dan petugas lainnya langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas II Melayu.
“Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Polri juga memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan mengutamakan keselamatan korban,” tambah Arya.
Berdasarkan keterangan dari tenaga medis yang memeriksa kondisi korban, setibanya korbannya di puskesmas sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Akhirnya korban pun menjalani perawatan intensif di puskesmas.
Kondisi tanda vital pada korban dipantau cukup stabil, sampai saat ini korban juga masih dalam pengawasan medis dengan rencana perawatan berlanjut sembari menunggu pihak keluarga korban sebagai penanggung jawab.
Hasil dari pengamatan awal dan rekaman CCTV pada area kapal, kronologi korban bisa terjatuh dari kapal karena korban terlihat kehilangan keseimbangan sebelum terperosok ke laut. Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui kronologi pasti pada peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau untuk pengunjung yang berencana untuk bepergian dengan kapal feri agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan berlangsung. Saat ini, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan tetap berjalan aman dan kondusif.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Suasana penyeberangan di
jalur Ketapang-Gilimanuk mendadak mencekam pada hari Rabu, 31 Desember 2025. Seorang penumpang Kapal Feri KMP Potre Koneng berinisial AW (36) dilaporkan terjatuh ke laut saat kapal sedang bersandar di Dermaga MB3, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.56 WITA. Kapal sedang melakukan gerakkan untuk bersandar di dermaga.Beberapa saat ketika kejadian ini terjadi, petugas langsung bergerak cepat.
“Saat menerima laporan adanya
penumpang yang terjatuh ke laut, personel Polri yang bertugas langsung bergerak melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan kru kapal serta instansi terkait untuk melakukan penyelamatan korban,” ujar Arya seperti dikutip Kamis, 1 Desember 2025.
Petugas kapal langsung melemparkan pelampung dari kapal untuk melakukan penyelamatan, terdapat juga petugas tali tambang yang berenang menuju korban. Seusai berhasil dievakuasi ke daratan, para petugas bersama Polri, TNI AL, dan petugas lainnya langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas II Melayu.
“Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Polri juga memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan mengutamakan keselamatan korban,” tambah Arya.
Berdasarkan keterangan dari tenaga medis yang memeriksa kondisi korban, setibanya korbannya di puskesmas sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Akhirnya korban pun menjalani perawatan intensif di puskesmas.
Kondisi tanda vital pada korban dipantau cukup stabil, sampai saat ini korban juga masih dalam pengawasan medis dengan rencana perawatan berlanjut sembari menunggu pihak keluarga korban sebagai penanggung jawab.
Hasil dari pengamatan awal dan rekaman CCTV pada area kapal, kronologi korban bisa terjatuh dari kapal karena korban terlihat kehilangan keseimbangan sebelum terperosok ke laut. Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui kronologi pasti pada peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau untuk pengunjung yang berencana untuk bepergian dengan kapal feri agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan berlangsung. Saat ini, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan tetap berjalan aman dan kondusif.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)