Jakarta: Menjelang bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim mulai mempersiapkan kebutuhan pokok untuk berbuka puasa, salah satunya adalah kurma. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu kemanusiaan, kampanye boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel kembali mencuat, termasuk produk kurma yang menjadi primadona saat Ramadan.
Penting bagi konsumen untuk lebih teliti dalam memilih merek kurma agar sesuai dengan nilai dan dukungan kemanusiaan yang sedang dikampanyekan secara global. Sementara itu, kurma jenis Medjool sering kali menjadi sorotan karena sebagian besar produksi ekspor globalnya berasal dari wilayah yang diperebutkan.
Perusahaan Hadiklaim merupakan eksportir besar kurma yang berasal dari Israel, adapun produk kurma yang dijual di pasaran bernama King Solomon, Jordan River, dan MyJool. Selain itu, perusahaan Mehadrin merupakan perusahaan Israel yang juga turut ikut masuk daftar boikot.
Kampanye boikot ini bertujuan untuk menekan ekonomi perusahaan-perusahaan yang dinilai memberikan dukungan terhadap kebijakan yang kontroversial di wilayah pendudukan.
Daftar kurma yang diboikot
Berikut ini adalah merek kurma yang diboikot dan merupakan afiliasi Israel.
Merek Produk Kurma yang Diboikot dan Terafiliasi Israel
Delilah
Desert Diamond
Bomaja
Bonboniera
Star Dates
Sincerely Nuts
Food To Live
Navafresh
Urban Platter
Shams
Premium Medjoul
Fancy Medjoul
Red Sea
Royal Treasure
Karsten Farms
La Palma
Tamara Barhi
Baca Juga :
Cara Membedakan Produk Kurma Asal Israel, Hati-Hati Menyetok untuk Bulan Puasa!
Cara Mengenali Kurma yang Perlu Dihindar
Selain menghafal merek, ada beberapa cara praktis untuk mengidentifikasi produk kurma tersebut:
Cek Barcode
Hindari produk dengan barcode yang dimulai dengan angka 729. Kode ini merupakan awalan nomor identitas produk asal Israel.
Periksa Negara Asal
Teliti label "Produced by" atau "Origin". Jika tertulis asal wilayah pendudukan atau nama perusahaan distributor di atas, sebaiknya cari alternatif lain.
Waspadai Label yang Tidak Jelas
Terkadang produk dikemas ulang dengan nama generik. Jika penjual tidak bisa memastikan asal negara kurmanya, pilihlah merek yang sudah jelas asal-usulnya.
Persiapan Ramadan yang matang bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga soal ketenangan hati dalam beribadah. Dengan menjadi konsumen yang lebih cerdas dan teliti, kita dapat memastikan bahwa hidangan berbuka puasa kita didapatkan dari sumber yang sesuai dengan hati nurani.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Menjelang bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim mulai mempersiapkan kebutuhan pokok untuk berbuka puasa, salah satunya adalah
kurma. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu kemanusiaan, kampanye boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel kembali mencuat, termasuk produk kurma yang menjadi primadona saat Ramadan.
Penting bagi konsumen untuk lebih teliti dalam memilih merek kurma agar sesuai dengan nilai dan dukungan kemanusiaan yang sedang dikampanyekan secara global. Sementara itu, kurma jenis Medjool sering kali menjadi sorotan karena sebagian besar produksi ekspor globalnya berasal dari wilayah yang diperebutkan.
Perusahaan Hadiklaim merupakan eksportir besar kurma yang berasal dari Israel, adapun produk kurma yang dijual di pasaran bernama King Solomon, Jordan River, dan MyJool. Selain itu, perusahaan Mehadrin merupakan perusahaan Israel yang juga turut ikut masuk daftar boikot.
Kampanye boikot ini bertujuan untuk menekan ekonomi perusahaan-perusahaan yang dinilai memberikan dukungan terhadap kebijakan yang kontroversial di wilayah pendudukan.
Daftar kurma yang diboikot
Berikut ini adalah merek kurma yang diboikot dan merupakan afiliasi Israel.
Merek Produk Kurma yang Diboikot dan Terafiliasi Israel
- Delilah
- Desert Diamond
- Bomaja
- Bonboniera
- Star Dates
- Sincerely Nuts
- Food To Live
- Navafresh
- Urban Platter
- Shams
- Premium Medjoul
- Fancy Medjoul
- Red Sea
- Royal Treasure
- Karsten Farms
- La Palma
- Tamara Barhi
Cara Mengenali Kurma yang Perlu Dihindar
Selain menghafal merek, ada beberapa cara praktis untuk mengidentifikasi produk kurma tersebut:
Cek Barcode
Hindari produk dengan barcode yang dimulai dengan angka 729. Kode ini merupakan awalan nomor identitas produk asal Israel.
Periksa Negara Asal
Teliti label "Produced by" atau "Origin". Jika tertulis asal wilayah pendudukan atau nama perusahaan distributor di atas, sebaiknya cari alternatif lain.
Waspadai Label yang Tidak Jelas
Terkadang produk dikemas ulang dengan nama generik. Jika penjual tidak bisa memastikan asal negara kurmanya, pilihlah merek yang sudah jelas asal-usulnya.
Persiapan Ramadan yang matang bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga soal ketenangan hati dalam beribadah. Dengan menjadi konsumen yang lebih cerdas dan teliti, kita dapat memastikan bahwa hidangan berbuka puasa kita didapatkan dari sumber yang sesuai dengan hati nurani.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)