Jakarta: Wartawan sekaligus Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura, Suryopratomo atau yang akrab disapa Tommy secara resmi meluncurkan buku berjudul ‘Panggil Saya Tommy, Sabtu, 9 Mei 2026 di Jakarta.
Dalam peluncuran ini, Tommy juga sekaligus membedah buku karangannya tersebut. Dalam buku ini, Tommy mengupas tuntas perjalanannya sebagai Dubes RI untuk Singapura.
Berlatar belakang sebagai wartawan, Tommy dipercaya menjadi Dubes RI untuk Singapura selama lima tahun dua bulan. Menurutnya, perjalanannya menjadi Dubes RI untuk Singapura merupakan pengalaman yang sangat berkesan.
“Saya bukan berlatar belakang diplomat, saya latar belakang wartawan dan saya merasa bahwa perjalanan 5 tahun 2 bulan itu sangat menarik, karena memang Singapura adalah negara yang menjadi salah satu sahabat terdekat Indonesia, baik dalam sisi politik, keamanan maupun ekonomi,” ujar Tommy dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menambahkan selama menjabat sebagai Dubes RI untuk Singapura, ada banyak hal yang perlu dipertahankan. Paling utama antara lain bagaimana mampu membangun sinergi dan teamwork, serta mampu membangun trust and confidence antara Indonesia dan Singapura.
“Dan hasilnya itu sepanjang kita sama-sama menyadari bahwa Indonesia dan Singapura itu saling melengkapi, maka akan banyak manfaat yang bisa dipetik dalam hubungan di antara kedua negara, dan tidak lama lagi kita akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura, saya kira ini sesuatu yang sangat penting juga untuk membangun kesadaran kita,” sambung Tommy.
Baca Juga :
Suryopratomo: Hubungan Bilateral Indonesia-Singapura Kokoh!
Dia berharap dengan adanya buku ini, berbagai kekurangan dari apa yang telah dibangun dapat diperbaiki, dan hal-hal positif lainnya bisa terus dilanjutkan. Namun, tak kalah penting adalah bagaimana Indonesia dan Singapura sama-sama menyadari bahwanya bisa saling memberikan manfaat, dan menciptakan kesejahteraan bersama bagi kedua bangsa.
“Topik-topik yang dimasukkan di dalam buku sendiri lebih pada karena tugas yang diberikan oleh Pak Jokowi ketika itu adalah bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa ekonomi, maka yang saya upayakan adalah bagaimana bisa menarik investasi lebih banyak dari Singapura ke Indonesia,” kata dia.
Dalam lima tahun menjadi Dubes RI untuk Singapura, Tommy melihat hasil yang sangat luar biasa. Pertama kali datang ke Singapura, investasi Singapura ke Indonesia itu sekitar USD9,8 miliar, dan ketika masa jabatannya berakhir sebagai Dubes RI untuk Singapura, nilai investasi ke Indonesia sudah di atas USD20 miliar.
“Jadi dua negara sepanjang kemudian kita bisa bangun saling pengertian, dan memberikan pemahaman bahwa kita ini saling melengkapi, hasilnya sangat luar biasa,” terangnya lagi.
Dia menjelaskan Indonesia punya banyak kelebihan di samping kelemahannya. Kelebihan Indonesia adalah pasar yang besar dan sumber daya alam yang luar biasa. Sedangkan, kelebihan Singapura adalah sistem hukum yang lebih baik dan sistem keuangan yang lebih baik.
Menurut dia, kalau kedua kelebihan dari kedua negara ini bisa disinergikan, hasilnya sangat luar biasa. Dalam pertemuan terakhir antara Presiden Singapura Tarman San Mugaratman dan Presiden RI Prabowo Subianto sudah disampaikan pada dua tahun terakhir, investasi Singapura ke Indonesia meningkat lebih dari 50 persen, dan total investasi ke Indonesia itu sepertiga dari total investasi luar negeri yang dilakukan Singapura ke seluruh dunia.
“Jadi Singapura menganggap Indonesia sebagai partner yang sangat penting, Indonesia pun melihat sebagai partner yang sangat penting, harapannya adalah bagaimana kita terus memanfaatkan hubungan yang sudah baik ini agar semakin kuat lagi dan lagi-lagi bisa memberikan manfaat bagi kedua negara,” pungkasnya.
Jakarta: Wartawan sekaligus Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura,
Suryopratomo atau yang akrab disapa Tommy secara resmi
meluncurkan buku berjudul ‘Panggil Saya Tommy, Sabtu, 9 Mei 2026 di Jakarta.
Dalam peluncuran ini, Tommy juga sekaligus membedah buku karangannya tersebut. Dalam buku ini, Tommy mengupas tuntas perjalanannya sebagai Dubes RI untuk Singapura.
Berlatar belakang sebagai wartawan, Tommy dipercaya menjadi Dubes RI untuk Singapura selama lima tahun dua bulan. Menurutnya, perjalanannya menjadi Dubes RI untuk Singapura merupakan pengalaman yang sangat berkesan.
“Saya bukan berlatar belakang diplomat, saya latar belakang wartawan dan saya merasa bahwa perjalanan 5 tahun 2 bulan itu sangat menarik, karena memang Singapura adalah negara yang menjadi salah satu sahabat terdekat Indonesia, baik dalam sisi politik, keamanan maupun ekonomi,” ujar Tommy dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menambahkan selama menjabat sebagai Dubes RI untuk Singapura, ada banyak hal yang perlu dipertahankan. Paling utama antara lain bagaimana mampu membangun sinergi dan teamwork, serta mampu membangun trust and confidence antara Indonesia dan Singapura.
“Dan hasilnya itu sepanjang kita sama-sama menyadari bahwa Indonesia dan Singapura itu saling melengkapi, maka akan banyak manfaat yang bisa dipetik dalam hubungan di antara kedua negara, dan tidak lama lagi kita akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura, saya kira ini sesuatu yang sangat penting juga untuk membangun kesadaran kita,” sambung Tommy.
Dia berharap dengan adanya buku ini, berbagai kekurangan dari apa yang telah dibangun dapat diperbaiki, dan hal-hal positif lainnya bisa terus dilanjutkan. Namun, tak kalah penting adalah bagaimana Indonesia dan Singapura sama-sama menyadari bahwanya bisa saling memberikan manfaat, dan menciptakan kesejahteraan bersama bagi kedua bangsa.
“Topik-topik yang dimasukkan di dalam buku sendiri lebih pada karena tugas yang diberikan oleh Pak Jokowi ketika itu adalah bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa ekonomi, maka yang saya upayakan adalah bagaimana bisa menarik investasi lebih banyak dari Singapura ke Indonesia,” kata dia.
Dalam lima tahun menjadi Dubes RI untuk Singapura, Tommy melihat hasil yang sangat luar biasa. Pertama kali datang ke Singapura, investasi Singapura ke Indonesia itu sekitar USD9,8 miliar, dan ketika masa jabatannya berakhir sebagai Dubes RI untuk Singapura, nilai investasi ke Indonesia sudah di atas USD20 miliar.
“Jadi dua negara sepanjang kemudian kita bisa bangun saling pengertian, dan memberikan pemahaman bahwa kita ini saling melengkapi, hasilnya sangat luar biasa,” terangnya lagi.
Dia menjelaskan Indonesia punya banyak kelebihan di samping kelemahannya. Kelebihan Indonesia adalah pasar yang besar dan sumber daya alam yang luar biasa. Sedangkan, kelebihan Singapura adalah sistem hukum yang lebih baik dan sistem keuangan yang lebih baik.
Menurut dia, kalau kedua kelebihan dari kedua negara ini bisa disinergikan, hasilnya sangat luar biasa. Dalam pertemuan terakhir antara Presiden Singapura Tarman San Mugaratman dan Presiden RI Prabowo Subianto sudah disampaikan pada dua tahun terakhir, investasi Singapura ke Indonesia meningkat lebih dari 50 persen, dan total investasi ke Indonesia itu sepertiga dari total investasi luar negeri yang dilakukan Singapura ke seluruh dunia.
“Jadi Singapura menganggap Indonesia sebagai partner yang sangat penting, Indonesia pun melihat sebagai partner yang sangat penting, harapannya adalah bagaimana kita terus memanfaatkan hubungan yang sudah baik ini agar semakin kuat lagi dan lagi-lagi bisa memberikan manfaat bagi kedua negara,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)