Ilustrasi. (medcom.id)
Ilustrasi. (medcom.id)

Populer Nasional

90,63% Kasus Covid-19 Nasional Disumbang Jawa dan Bali Hingga KPK Buka Peluang Jerat Lukas Enembe Pasal Pencucian Uang

Lukman Diah Sari • 06 Desember 2022 06:34
Jakarta: Sejumlah pemberitaan di kanal Nasional Medcom.id pada Senin, 5 Desember 2022, menarik perhatian pembaca. Beberapa di antaranya menjadi populer. 
 
Pertama. Pulau Jawa dan Bali menyumbang kasus covid-19 nasional terbanyak. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai penularan virus itu lantaran tren kasus dinamis.
 
"Kasus covid-19 saat ini masih didominasi di Jawa dan Bali dengan proporsi kasus mencapai 90,63 persen," kata juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M Syahril dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Desember 2022.
 
Syahril mengatakan sebaran covid-19 lainnya tersebar di luar Jawa dan Bali. Jumlahnya 9,3 persen dari kasus covid-19 nasional.

Selengkapnya baca di sini: 90,63% Kasus Covid-19 Nasional Disumbang Jawa dan Bali


Kedua. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Perpanjangan berlaku mulai 6 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023.
 
Hal itu diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 50 Tahun 2022 tentang PPKM Wilayah Jawa dan Bali dan Inmendagri Nomor 51 Tahun 2022 tentang PPKM Luar Jawa dan Bali. Kedua beleid diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin, 5 Desember 2022.
 
"Keputusan memperpanjang PPKM untuk menahan laju kenaikan covid-19 terutama menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru)," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Desember 2022.

Selengkapnya baca di sini: PPKM Diperpanjang, Kemendagri: Menahan Lonjakan Covid-19 Usai Nataru


 
Ketiga. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini tengah mengusut aset yang dimiliki Gubernur Papua Lukas Enembe. Lembaga Antikorupsi rupanya sedang menakar penggunaaan pasal pencucian uang terhadap Lukas.
 
"Kami pastikan tiap proses penyidikan perkara yang dilakukan KPK kami telusuri informasi dan datanya terkait dengan perkara dimaksud, termasuk terkait informasi aset ataupun barang-barang yang bernilai ekonomis yang diduga berasal dari tipikor," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 5 Desember 2022.
 
Ali mengatakan pihaknya berambisi mengembalikan kerugian negara dari tindakan korupsi. Salah satu caranya dengan menerapkan pasal pencucian uang untuk mengambil barang yang sudah dibeli dengan uang hasil korupsi.

Selengkapnya baca di sini: KPK Buka Peluang Jerat Lekas Enembe dengan Pasal Pencucian Uang


Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif