Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan revitalisasi pelabuhan Wae Kelambu, Nusa Tenggara Timur (NTT), rampung akhir tahun ini. Pelabuhan difungsikan sebagai lalu lintas logistik dan pendukung kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo.
"Ini sedikit demi sedikit ditarik ke sana (lalu lintas logistik ditarik ke Pelabuhan Wae Kelambu). Nanti akan direvitalisasi dengan desain yang sudah disiapkan,” kata Jokowi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
Jokowi menjelaskan perbaikan Pelabuhan Wae Kelambu akan mempercepat revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo. Pasalnya, Pelabuhan Labuan Bajo saat ini digunakan sebagai lalu lintas logistik sekaligus bersandarnya kapal-kapal wisata.
"Jadi nanti pelabuhan ini, kontainer-kontainer itu akan bersih, ditarik ke 10 kilometer dari sini," tutur dia.
Revitalisasi dua pelabuhan ini merupakan upaya pemerintah membenahi kawasan wisata Labuan Bajo. Jokowi menyebut akan ada wajah baru yang menarik minat wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal ke depan.
"Ada plaza, ada citywalk-nya, ada amfiteaternya, dan itu menjadi ruang publik bagi wisatawan menikmati di pagi hari maupun di senja hari Labuan Bajo," kata Jokowi.
Jokowi ingin mengebut pembenahan destinasi wisata Labuan Bajo agar dapat digunakan sebagai lokasi pertemuan tahunan internasional, seperti perhelatan KTT APEC dan G20 Summit pada 2023.
Lima zona yang segera dibenahi awal tahun ini yakni Bukit Pramuka, Bukit Air, pelabuhan peti kemas, kawasan Marina dan Kampung Ujung.
Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp1,7 triliun membenahi kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggaran meningkat dari sebelumnya Rp1,54 triliun dan disalurkan melalui lima kementerian.
Kementerian PUPR menyumbangkan dana Rp979,3 miliar, Kementerian Perhubungan Rp435,04 miliar, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp244,74 miliar, Kemendes PDTT Rp21,72 miliar, dan Kementerian LHK Rp29,23 miliar.
Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan revitalisasi pelabuhan Wae Kelambu, Nusa Tenggara Timur (NTT), rampung akhir tahun ini. Pelabuhan difungsikan sebagai lalu lintas logistik dan pendukung kawasan destinasi super prioritas Labuan Bajo.
"Ini sedikit demi sedikit ditarik ke sana (lalu lintas logistik ditarik ke Pelabuhan Wae Kelambu). Nanti akan direvitalisasi dengan desain yang sudah disiapkan,” kata Jokowi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
Jokowi menjelaskan perbaikan Pelabuhan Wae Kelambu akan mempercepat revitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo. Pasalnya, Pelabuhan Labuan Bajo saat ini digunakan sebagai lalu lintas logistik sekaligus bersandarnya kapal-kapal wisata.
"Jadi nanti pelabuhan ini,
kontainer-kontainer itu akan bersih, ditarik ke 10 kilometer dari sini," tutur dia.
Revitalisasi dua pelabuhan ini merupakan upaya pemerintah membenahi kawasan wisata Labuan Bajo. Jokowi menyebut akan ada wajah baru yang menarik minat wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal ke depan.
"Ada plaza, ada citywalk-nya, ada amfiteaternya, dan itu menjadi ruang publik bagi wisatawan menikmati di pagi hari maupun di senja hari Labuan Bajo," kata Jokowi.
Jokowi ingin mengebut pembenahan destinasi wisata Labuan Bajo agar dapat digunakan sebagai lokasi pertemuan tahunan internasional, seperti perhelatan
KTT APEC dan G20 Summit pada 2023.
Lima zona yang segera dibenahi awal tahun ini yakni Bukit Pramuka, Bukit Air, pelabuhan peti kemas, kawasan Marina dan Kampung Ujung.
Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp1,7 triliun membenahi kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggaran meningkat dari sebelumnya Rp1,54 triliun dan disalurkan melalui lima kementerian.
Kementerian PUPR menyumbangkan dana Rp979,3 miliar, Kementerian Perhubungan Rp435,04 miliar, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp244,74 miliar, Kemendes PDTT Rp21,72 miliar, dan Kementerian LHK Rp29,23 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)