Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Situasi Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

Nasional pengamanan pelantikan presiden
Faisal Abdalla • 10 Oktober 2019 04:57
Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa membeberkan stabilitas keamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden. Dia menyatakan pihaknya siap mengawal jalannya pelantikan.
 
"Kami minta update tentang situasi terakhir jadi secara umum perkembangan (keamanan) sebetulnya sudah sangat-sangat baik," kata Andika dilansir dari Antara, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Dia telah menerima perkembangan situasi seluruh TNI AD di wilayah Indonesia kecuali Papua. Menurutnya, jajaranya di Papua belum memberikan laporan karena masih fokus memulihkan situasi pascakerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga tak menampik ada beberapa daerah yang menjadi perhatian TNI AD. Daerah-daerah itu memang memiliki potensi rawan.
 
"Kita semakin tahu perlu fokus di daerah mana saja. Kita sudah merencanakan dan menyiapkan titik-titik yang kita anggap tak terlalu rawan untuk menyiapkan pasukan-pasukan sehingga apabila dibutuhkan itu bisa kita gerakan ke titik yang menjadi pusat," ujarnya.
 
KSAD menegaskan pihaknya mengerahkan hampir 100 persen kekuatan untuk menciptakan situasi yang kondusif jelang pelantikan presiden. Dia menyebut saat ini masih ada dua persoalan yang menonjol untuk segera diatasi.
 
Pertama terkait rencana aksi demonstrasi. Beberapa wilayah sudah melaporkan adanya rencana aksi demonstrasi saat pelantikan presiden.
 
"Tetapi rencana aksi itu tidak terlihat di semua wilayah. Ada beberapa daerah yang secara faktual memang mendapatkan informasi terkait tanggal pelaksanaan demonstrasi dan lokasinya, tetapi jumlahnya sangat sedikit," ujarnya.
 
Persoalan kedua, lanjut dia, terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dia memastikan aparat di lapangan berusaha keras untuk memadamkan api sepenuhnya.
 
"Dengan bekerja sama dengan semua instansi, leading sektornya dalam hal ini BNPB, kita semua para panglima kodam dan panglima korem membantu all out," ujarnya.
 
Joko Widodo-Ma'ruf Amin dijadwalkan akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang. Pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu serentak itu akan dilakukan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif