Jakarta: Jenderal Idham Azis resmi menjadi Kapolri dan posisi Kabareskrim harus segera diisi. Idham diminta berhati-hati memilih sosok yang tepat mengisi jabatan tersebut. Beberapa hal harus jadi pertimbangan.
"Tugas Kapolri ke depan cukup berat untuk menghadapi masalah-masalah hukum dan Kapolri harus melihat senioritas dan profesionalitas di bidang Reserse. Jangan asal memilih karena adanya faktor x," kata penanggungjawab DPP Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar Sudiarto melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
Dia mewanti-wanti pemilihan Kabareskrim tak didasari kedekatan dengan penguasa. Sebab hal ini berbahaya, mengingat harus ada integritas dan rekam jejak yang dijadikan pijakan untuk memilih. Dalam mengangkat seseorang untuk menjadi Kabareskrim, Idham harus mempertimbangkan kredibilitas pejabatnya, apakah dapat diterima senior atau juniornya.
Selain itu, Sudiarto ingin Idham peka dan sensitif mencermati situasi negara saat ini. Jika ada usulan pengangkatan dari kalangan junior untuk menduduki posisi Kabareskrim, maka jangan sampai melukai perasaan para senior. Sebab mereka juga memiliki interigritas dan keilmuan yang mumpuni di bidang itu.
"Berdasarkan analisa dan pengamatan saya, untuk menjadi Kabareskrim Mabes Polri itu harus senior dan berani dalam menangani penegakan hukum secara independen. Tidak takut terhadap intervensi kelompok tertentu, tapi menjadikan hukum sebagai Panglima karena profesional di bidangnya. Jadi, yang pas untuk menjabat Kabareskrim adalah Akpol 87," jelasnya.
Sudiarti pun memberikan contoh atau menilai Pati yang sekiranya pantas menjadi Kabareskrim yakni Asop Kapolri Irjen Martuani Sormin. Kandidat lain yakni Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel yang seangkatan dengan Idham dan menjadi Adimakayasa 88.
"Martuani Sormin menurut saya paling cocok menjadi Kabareskrim, karena Putra Tapanuli ini orang yang sangat bersih dan berani dalam penegakan hukum, apalagi Asop Kapolri ini sangat menguasai bidang Serse dan senior pada Akpol 87," ujarnya.
Ia pun menyebut, sosok atau figur yang pas dan matang dalam ilmu reserse. Harus dipilih dari Akademi Polisi (Akpol) angkatan 86, 87 dan 88. "Jikalau Akpol 89 dan seterusnya, menurut saya masih terlalu junior lah," tutupnya
Jakarta: Jenderal Idham Azis resmi menjadi Kapolri dan posisi Kabareskrim harus segera diisi. Idham diminta
berhati-hati memilih sosok yang tepat mengisi jabatan tersebut. Beberapa hal harus jadi pertimbangan.
"Tugas Kapolri ke depan cukup berat untuk menghadapi masalah-masalah hukum dan Kapolri harus melihat senioritas dan profesionalitas di bidang Reserse. Jangan asal memilih karena adanya faktor x," kata penanggungjawab DPP Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar Sudiarto melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
Dia mewanti-wanti pemilihan Kabareskrim tak didasari kedekatan dengan penguasa. Sebab hal ini berbahaya, mengingat harus ada integritas dan rekam jejak yang dijadikan pijakan untuk memilih. Dalam mengangkat seseorang untuk menjadi Kabareskrim, Idham harus mempertimbangkan kredibilitas pejabatnya, apakah dapat diterima senior atau juniornya.
Selain itu, Sudiarto ingin Idham peka dan sensitif mencermati situasi negara saat ini. Jika ada usulan pengangkatan dari kalangan junior untuk menduduki posisi Kabareskrim, maka jangan sampai melukai perasaan para senior. Sebab mereka juga memiliki interigritas dan keilmuan yang mumpuni di bidang itu.
"Berdasarkan analisa dan pengamatan saya, untuk menjadi Kabareskrim Mabes Polri itu harus senior dan berani dalam menangani penegakan hukum secara independen. Tidak takut terhadap intervensi kelompok tertentu, tapi menjadikan hukum sebagai Panglima karena profesional di bidangnya. Jadi, yang pas untuk menjabat Kabareskrim adalah Akpol 87," jelasnya.
Sudiarti pun memberikan contoh atau menilai Pati yang sekiranya pantas menjadi Kabareskrim yakni Asop Kapolri Irjen Martuani Sormin. Kandidat lain yakni Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel yang seangkatan dengan Idham dan menjadi Adimakayasa 88.
"Martuani Sormin menurut saya paling cocok menjadi Kabareskrim, karena Putra Tapanuli ini orang yang sangat bersih dan berani dalam penegakan hukum, apalagi Asop Kapolri ini sangat menguasai bidang Serse dan senior pada Akpol 87," ujarnya.
Ia pun menyebut, sosok atau figur yang pas dan matang dalam ilmu reserse. Harus dipilih dari Akademi Polisi (Akpol) angkatan 86, 87 dan 88. "Jikalau Akpol 89 dan seterusnya, menurut saya masih terlalu junior lah," tutupnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(ADN)