Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut tugas kapolri yang diemban Idham Azis tidak gampang. Idham akan menghadapi banyak pekerjaan dari sisi internal dan eksternal.
"Selamat bertugas. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Pak Idham. Jadi kapolri enggak gampang," kata Tito di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
Menurut Tito, kapolri harus siap mengurusi 450 ribu petugas internal kepolisian. Sementara secara eksternal terdapat 34 Polda, 500 Polres, dan hampir 5.000 Polsek di seluruh Indonesia.
"Kemudian melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), sambil juga pelayanan kepada publik," ujarnya.
Dari sisi penegakan hukum, kata dia, Indonesia merupakan negara pluralistik dengan sistem demokrasi yang cenderung bebas. Hal ini yang membuat beban pekerjaan Korps Bhayangkara semakin kompleks.
Selanjutnya, permasalahan kejahatan konvensional seperti perampokan, begal, kekayaan negara, illegal logging, illegal fishing, masalah lingkungan hingga Pilkada 2020. "Kompleks sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat," kata dia.
Tito mengaku sebagai pembina kepala daerah tetap akan membangun sinergi dengan Kepolisian, TNI, Kejaksaan TInggi, Pengadilan tinggi dan DPRD. "Pasti. Kan saya pembina untuk kepala daerah," pungkasnya.
Presiden Jokowi resmi melantik Komjen Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Tito Karnavian. Idham dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 97 Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kapolri. Di saat bersamaan, Idham mendapat kenaikan pangkat dari Komjen menjadi Jenderal bintang empat.
Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut
tugas kapolri yang diemban Idham Azis tidak gampang. Idham akan menghadapi banyak pekerjaan dari sisi internal dan eksternal.
"Selamat bertugas. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Pak Idham. Jadi kapolri enggak gampang," kata Tito di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
Menurut Tito, kapolri harus siap mengurusi 450 ribu petugas internal kepolisian. Sementara secara eksternal terdapat 34 Polda, 500 Polres, dan hampir 5.000 Polsek di seluruh Indonesia.
"Kemudian melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), sambil juga pelayanan kepada publik," ujarnya.
Dari sisi penegakan hukum, kata dia, Indonesia merupakan negara pluralistik dengan sistem demokrasi yang cenderung bebas. Hal ini yang membuat beban pekerjaan Korps Bhayangkara semakin kompleks.
Selanjutnya, permasalahan kejahatan konvensional seperti perampokan, begal, kekayaan negara, illegal logging, illegal fishing, masalah lingkungan hingga Pilkada 2020. "Kompleks sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat," kata dia.
Tito mengaku sebagai pembina kepala daerah tetap akan membangun sinergi dengan Kepolisian, TNI, Kejaksaan TInggi, Pengadilan tinggi dan DPRD. "Pasti. Kan saya pembina untuk kepala daerah," pungkasnya.
Presiden Jokowi resmi melantik Komjen Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Tito Karnavian. Idham dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 97 Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kapolri. Di saat bersamaan, Idham mendapat kenaikan pangkat dari Komjen menjadi Jenderal bintang empat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(JMS)