Menko PMK Puan Maharani di sidang pleno ke-204 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis. Foto: Istimewa.
Menko PMK Puan Maharani di sidang pleno ke-204 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis. Foto: Istimewa.

Puan Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang ke-204 UNESCO

Ilham wibowo • 11 April 2018 06:38
Paris: Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin delegasi Indonesia dalam sidang pleno ke-204 Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) di Paris, Prancis. Puan menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan Indonesia di bidang pendidikan.
 
Sidang UNESCO itu telah berlangsung sejak 9-10 April 2018 di Paris. Sidang dipimpin Ketua Dewan Eksekutif UNESCO Lee Byong-hyun dari Korea Selatan serta Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay yang baru terpilih.
 
Puan didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dubes Republik Indonesia (RI) untuk Prancis/Wakil Tetap RI di Paris untuk UNESCO Hotmangaradja Pandjaitan serta deputi wakil tetap RI di Paris untuk UNESCO juga tampak di lokasi.

Di depan 58 negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO lainnya, Puan mengungkapkan Indonesia sudah memprioritaskan pemerataan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter. Pemerintah juga telah menerapkan kebijakan dan program promasyarakat miskin. Ini termasuk berinvestasi banyak untuk pengembangan pendidikan di daerah-daerah yang kurang terlayani.
 
"Indonesia telah melakukan reformasi secara komprehensif terhadap kebijakan pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan, yang telah sejalan dengan strategi UNESCO 2016-2021. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pendidikan tidak hanya harus membuat seseorang menjadi pandai, namun juga untuk membuat orang tersebut lebih berbudaya," kata Puan melaui siaran pers kepada Medcom.id, Selasa, 10 April 2018. 
 
Baca: Menlu RI Terima Sertifikat UNESCO untuk Pinisi
 
Bagi Puan, budaya merupakan komponen kunci untuk membangun rasa hormat, toleransi, dan pengertian. Dia menekankan UNESCO harus punya peran yang lebih strategis lagi. Ini bukan hanya untuk membantu negara-negara dalam melestarikan kebudayaan, tetapi juga untuk mencapai perdamaian dan harmoni.
 
Sebelum mengikuti sidang, Puan mengunjungi Google Cultural Institute Paris terlebih dulu untuk meninjau kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Puan memuji upaya Google Cultural Institute yang telah menjalankan pengarsipan digital atas karya seni dan warisan budaya dari seluruh dunia. Kerja sama ini tidak saja melindungi karya seni dan sastra serta artefak kekayaan budaya Indonesia, tetapi sekaligus mempromosikannya kepada dunia.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>