Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti (kedua dari kiri). Dok. Kominfo
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti (kedua dari kiri). Dok. Kominfo

Migrasi ke TV Digital, Penerima PKH akan Mendapatkan STB Gratis

Achmad Zulfikar Fazli • 09 April 2022 23:17
Jakarta: Pemerintah menghentikan siaran televisi (TV) analog di sebagian wilayah per 30 April 2022. Untuk meringankan beban masyarakat, penyelenggara mux akan memberikan bantuan set top box (STB) kepada rumah tangga miskin.
 
Berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2021, penyelenggara mux sebagai lembaga penyiaran yang mengelola mux atau kanal-kanal yang digunakan untuk siaran televisi digital. Penyelenggara mux terdiri atas satu lembaga penyiaran publik, yaitu TVRI, dan tujuh lembaga penyiaran swasta.
 
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, mengatakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan bantuan STB gratis. Data mereka sudah dipegang pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat rumah tangga miskin ini tidak perlu mendaftar karena datanya ada di Kominfo yang bersumber dari Kementerian Sosial,” ujar Niken dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 April 2022.
 
Niken mengatakan salah satu keunggulan migrasi dari TV analog ke digital adalah ekonomi di internet akan tumbuh karena sebaran internet makin merata. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) go online, e-commerce, bahkan informasi kebencanaan menjadi bagian dari kemajuan TV digital.
 
Dengan siaran format digital, siaran-siaran TV akan makin beragam yang secara otomatis membuka ruang bagi industri kreatif Tanah Air. Masyarakat yang kreatif nantinya akan banyak muncul mengisi acara atau konten di TV digital.
 
"Jadi, ruang untuk mengekspresikan budaya lokal semakin luas dengan adanya siaran TV digital,” ujar Niken.
 
Baca: Migrasi ke TV Digital Jadi Ruang Besar Bagi Industri Kreatif
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Riau (Kepri), Hasan, mengakui ada kebingungan di masyarakat terkait migrasi siaran ini. Namun, pihaknya sudah menyosialisasikan migrasi dari TV analog ke digital selama enam bulan terakhir.
 
“Tentu publik awalnya heran apa sih TV analog dan TV digital itu? Inilah tugas kita pemerintah daerah, melalui Kominfo, kami bersama Komisi Penyiaran Kepri melakukan sosialisasi baik dari media massa, maupun media online, maupun beberapa siaran-siaran digital TV lokal, maupun radio-radio,” ujar dia.
 
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kepulauan Riau, Henky Mohari, mengatakan wilayahnya sangat diuntungkan karena berada di daerah perbatasan. Sehingga, Kepri menjadi fokus pemerintah untuk melakukan digitalisasi.
 
Pada 2019, terang dia, siaran TV di Kepri sudah analog dan digital. Ini merupakan bagian dari proses menyetop siaran TV analog yang dilakukan bertahap mulai 30 April 2022.
 
"Waktu itu undang-undangnya belum ada. Tapi melalui kebijakan Kominfo, kita sudah mulai ke digital,” ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif