Ilustrasi mangrove. MI
Ilustrasi mangrove. MI

Kepala BRGM: Deforestasi Ekosistem Mangrove akan Terus Terjadi

Atalya Puspa • 07 April 2022 10:42
Jakarta: Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono menyebut deforestasi mangrove merupakan suatu keniscayaan. Pasalnya, ada sejumlah area ekosistem mangrove yang akan dikonversi menjadi bangunan untuk permukiman maupun tambak.
 
"Bahwa mangrove diperkirakan akan tetap terjadi deforestasi karena memang ekosistem mangrove ada yang dalam kawasan hutan dan ada yang di luar kawasan hutan. Yang di luar kawasan hutan kira-kira ada 700 ribu hektare dan berdasarkan zonasi ada yang tidak akan dipertahankan sebagai ekosistem mangrove," ungkap Hartono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV, Rabu, 6 April 2022.
 
Namun, dia meyakini angka deforestasi mangrove tidak akan terlalu tinggi. Di samping adanya alih fungsi area ekosistem mangrove, BRGM akan melakukan reforestasi dan aforestasi ekosistem mangrove.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itu percepatan rehabilitasi mangrove yang kita laksanakan sebagai bagian dari upaya memperkecil pengurangan tutupan ekosistem mangrove," ujar Hartono.
 
Hartono optimistis target rehabilitasi mangrove di lahan seluas 600 ribu hektare dapat tercapai pada 2024. “Kita masih optimistis, kalau sekarang 33 ribu hektare itu kan dikerjakan pakai APBN saja, sementara sebetulnya ada skema lain,” ujar dia.
 
Baca: Pelestarian Mangrove Disebut Penting Mengantisipasi Pengikisan Daratan
 
Hartono menyebut pada 2021, BRGM merehabilitasi mangrove di lahan seluas 34.911 hektare. Angka tersebut lebih tinggi daripada target yang ditetapkan 33 ribu hektare.
 
Selain menggunakan APBN, jelas dia, pencapaian target sampai 2024 untuk rehabilitasi 600 ribu hektare lahan mangrove bisa dicapai dengan bantuan kewajiban rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) oleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Selain itu, terdapat pemodelan investasi kawasan yang diperuntukkan bagi penyimpanan dan penyerapan karbon yang akan menjadi bagian dari perdagangan karbon.
 
“Jadi tidak hanya model sekarang, sekarang menggunakan APBN dikerjakan masyarakat. Kalau nanti, jika regulasinya sudah jadi dibuka ada perusahaan atau investor yang masuk ke situ. Sekali kerja bisa puluhan ribu hektare,” jelas dia.
 
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional (PMN) 2021, sebaran luas ekosistem mangrove di Indonesia adalah 3.364.080 hektare. Terdiri atas 2.661.281 hektare ekosistem mangrove dalam kawasan dan 702.799 hektare di luar kawasan.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif