2 Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap
2 Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap

22 PMI Ilegal Digagalkan Berangkat ke Malaysia

Nasional polri polisi Pekerja Migran Indonesia Pekerja Migran Ilegal
Siti Yona Hukmana • 20 Januari 2022 16:34
Jakarta: Penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Kepulauan Riau (Kepri) terbongkar. Sebanyak 22 PMI ilegal dibatalkan berangkat ke Malaysia. 
 
"Sebanyak 22 pekerja migran Indonesia yang akan di berangkatkan tanpa dilengkapi dokumen resmi berhasil diselamatkan oleh Ditpolairud Polda Kepri," kata Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Januari 2022. 
 
Sebanyak 22 PMI ilegal itu terdiri dari 11 perempuan dan 11 laki-laki. Nanang menuturkan pembongkaran penyelundupan PMI itu dilakukan Senin pagi, 17 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berawal saat polisi menerima informasi bahwa PMI di rumah penampungan tersangka R akan berangkat dari Pulau Pasai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, menuju Batam menumpangi speed boat Pancung. Kemudian, polisi mengamankan empat PMI di Pelabuhan Sagulung Batam. 
 
Tersangka R ditangkap pada hari yang sama pukul 17.46 WIB di Dusun Sulit Desa Rawajaya Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. Selain R, polisi mengamankan tujuh PMI di Kampung Judah, Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.
 
Baca:  2 Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap
 
"Mereka (PMI) diduga hendak melarikan diri saat tim memeriksa tempat penampungan di rumah tersangka I," ujar Nanang.
 
Polisi menangkap dua pelaku pengiriman PMI ilegal ke Malaysia berinisial R dan I. I ditangkap pada Minggu, 16 Januari 2022. Saat penangkapan I, polisi menemukan 11 perempuan PMI ilegal di tempat penampungan atau rumah kosong di Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
 
Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat penangkapan, polisi menyita handphone merek Samsung warna putih, handphone Merek Nokia dan speed boat tanpa nama berwarna biru bermesin tempel merek Yamaha 2x200 PK.
 
"Ini merupakan sebuah keberhasilan dan keseriusan dari Polda Kepri melalui Ditpolairud Polda Kepri dalam mengungkap jaringan pengiriman PMI ilegal," kata Nanang.
 
Kedua tersangka dijerat Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif