ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

2 Pengirim PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap

Nasional polri polisi Pekerja Migran Indonesia Pekerja Migran Ilegal
Siti Yona Hukmana • 20 Januari 2022 15:47
Jakarta: Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangkap dua pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia. Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. 
 
"Sebanyak dua tersangka berinisial I dan R," kata Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Nanang Indra Bakti dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Januari 2022. 
 
Nanang mengatakan penggagalan penyelundupan PMI ilegal itu dilakukan Kasi Binmas Air Satrolda Polda Kepri beserta kru Kapal Patroli Polisi XXXI-2004. Penggagalan dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB pada Minggu, 16 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nanang, saat penggagalan pengiriman itu, pihaknya menemukan 11 perempuan yang akan berangkat ke Malaysia. Kesebelas PMI itu ditemukan di dalam rumah kosong, kawasan Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
 
"Mereka itu tanpa dilengkapi dokumen resmi," ujar Nanang. 
 
Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysia
 
Kemudian, Nanang mengatakan pihaknya menggeledah rumah tersangka, I, yang diduga tempat penampungan PMI yang terletak di Pulau Pasai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. Menurut Nanang, polisi tidak menemukan PMI, karena diduga telah melarikan diri sebelum tim datang. 
 
Namun, polisi menemukan satu unit speedboat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk Yamaha 2x200 PK. Speedboat itu berada tidak jauh dari rumah tersangka, R, yang diduga digunakan untuk mengangkut PMI ke Negeri Jiran.
 
"Sebanyak 11 orang dan speedboat dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Nanang.
 
Kedua tersangka telah dibawa ke Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan. Kedua tersangka dijerat Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif