Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

Waspada Campak saat Lebaran, Risiko Penularan di Tengah Silaturahmi

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Maret 2026 13:03
Ringkasnya gini..
  • Menjelang momen Lebaran, Dinkes DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak.
  • Kelompok yang paling rentan terpapar campak adalah anak-anak, terutama bayi dan balita.
  • Saat berada di tengah kerumunan atau lingkungan dengan mobilitas tinggi, penggunaan masker juga disarankan untuk melindungi diri dari paparan droplet.
Jakarta: Menjelang momen Lebaran, Dinkes DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak. Hal karena ada peningkatan temuan kasus campak di beberapa daerah di Jakarta.
 
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif melalui sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan. Pemantauan ini difokuskan pada deteksi dini penyakit dengan gejala serupa influenza (Influenza-Like Illness/ILI) serta infeksi saluran pernapasan akut berat (Severe Acute Respiratory Infection/SARI).
 
Pihak Dinkes akan segera menindaklanjuti setiap temuan kasus yang menunjukkan gejala campak dengan melakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosisnya. Meski saat ini belum ditemukan kasus pada warga yang berdomisili di Jakarta, namun Dinkes tetap waspada mengingat telah adanya laporan kemunculan kasus di wilayah sekitar ibu kota.

“Nanti yang memang kami temukan bergejala akan kami cek di laboratorium. Sejauh ini untuk domisili Jakarta belum ada, tetapi di daerah sekitar Jakarta memang sudah mulai ada,” ujarnya.
 
Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama karena mobilitas dan interaksi sosial akan meningkat tajam selama periode mudik dan silaturahmi Lebaran. Kerumunan dan kontak fisik yang intens menjadi celah bagi penularan penyakit. Menurut Ani, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama saat perayaan Lebaran ketika mobilitas warga dan interaksi sosial cenderung melonjak.
 
Kelompok yang paling rentan terpapar campak adalah anak-anak, terutama bayi dan balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum terbentuk sempurna. “Bayi dan anak-anak harus kita jaga benar. Jangan sembarangan memegang atau mencium bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani.
 
Untuk mencegah risiko terkena campak, langkah paling efektif dan utama adalah melengkapi imunisasi MR atau MMR sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh pemerintah. Vaksinasi terbukti secara medis mampu membentuk kekebalan tubuh yang kuat sehingga risiko infeksi dapat ditekan secara signifikan. 
 
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun setelah berinteraksi di tempat umum serta menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. 
 
Saat berada di tengah kerumunan atau lingkungan dengan mobilitas tinggi, penggunaan masker juga disarankan untuk melindungi diri dari paparan droplet atau percikan saluran pernapasan. Terakhir, jika mendapati anggota keluarga terutama anak-anak menunjukkan gejala awal seperti demam, batuk, atau munculnya ruam kulit, segera isolasi diri dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar penularan tidak meluas ke lingkungan sekitar.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>