Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana (kiri) dan Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller (kanan) meresmikan peluncuran AKSI Digital. Foto: medcom/fatha annisa
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana (kiri) dan Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller (kanan) meresmikan peluncuran AKSI Digital. Foto: medcom/fatha annisa

Program AKSI Digital Hadir sebagai Investasi Berharga bagi Generasi Muda Indonesia

Fatha Annisa • 29 Januari 2026 19:52
Jakarta: Google dan YouTube resmi meluncurkan AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital), sebuah inisiatif kolaboratif untuk memperkuat peran keluarga Indonesia dalam menggunakan internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.
 
Peluncuran AKSI Digital diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, bersama Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, di SMKN 27 Jakarta, pada Kamis, 29 Januari 2026.
 
Dalam sambutannya, Leslie Miller menegaskan bahwa YouTube kini bukan sekadar platform berbagi video, tetapi telah menjadi sumber pembelajaran yang mendorong masyarakat Indonesia untuk terus belajar.
 
Menurut data yang disampaikan, 96% guru Indonesia yang menggunakan YouTube telah mengintegrasikan konten ke dalam pembelajaran mereka. Bahkan, 82% guru memanfaatkan YouTube untuk menjelaskan konsep-konsep yang rumit agar lebih mudah dipahami siswa.
 
“YouTube menjadi alat penting dalam pendidikan, didorong oleh generasi baru pendidik Indonesia yang kreatif dan penuh semangat,” jelas Leslie Miller dalam acara peluncuran program AKSI Digital di Jakarta, Kamis.
 
Program AKSI Digital Hadir sebagai Investasi Berharga bagi Generasi Muda Indonesia
Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller. Foto: Medcom/fatha annisa
 
 
Baca juga: Cara Memblokir YouTube Shorts, Panduan Praktis di Aplikasi, Browser, dan Akun Anak

 
Miller juga menyoroti kehadiran kreator edukasi Indonesia yang semakin berkembang, termasuk para guru yang memproduksi konten pembelajaran dengan cara kreatif. Menurutnya, hal tersebut membuat akses pendidikan berkualitas menjadi lebih merata.
 
Adapun fitur yang disorot adalah kebebasan orang tua dalam mengatur waktu menonton, termasuk opsi terbaru untuk mengatur YouTube Shorts hingga nol, agar anak lebih fokus selama hari sekolah.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menekankan bahwa program ini penting karena kesehatan mental murid juga harus menjadi perhatian utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tekanan psikologis yang dihadapi remaja.
 
“Prestasi akademik yang baik harus terjadi dengan kondisi mental yang sehat, rasa aman, kemampuan mengelola emosi,” ujar Nahdiana.

Program AKSI Digital Hadir sebagai Investasi Berharga bagi Generasi Muda Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana. Foto: Medcom/fatha annisa
 
 
Baca juga: YouTube Hadirkan Fitur Mental Health Shelf dan Pembatasan Shorts, Apa Itu?

 
Melalui AKSI Digital, Google dan YouTube juga meluncurkan panduan kesejahteraan digital. Selain itu, ada pilot program pelatihan bagi 2.500 guru, termasuk guru BK, agar memiliki keterampilan dalam mendukung kesehatan mental remaja serta membantu mereka lebih percaya diri menavigasi dunia digital.
 
“Semoga upaya kita dalam kolaborasi program AKSI menjadi investasi berharga untuk masa depan anak-anak, khususnya di Jakarta. Anak-anak yang sehat jiwanya, kuat karakternya, dan siap menjadi generasi unggul di Indonesia,” tutup Nahdiana.
 
Peluncuran AKSI Digital menegaskan komitmen jangka panjang Google dan YouTube bersama pemerintah dan para mitra untuk membangun ruang digital yang lebih aman, mendukung, dan produktif bagi keluarga Indonesia.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan