Jakarta: Idulfitri menjadi momen kemenangan yang dinanti setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Umat Muslim biasanya merayakannya dengan melaksanakan salat Id, bersilaturahmi, serta memperbanyak doa dan dzikir.
Namun, bagi perempuan yang sedang haid, ada beberapa keterbatasan dalam menjalankan ibadah tertentu, termasuk salat Id. Meski demikian, perempuan haid tetap memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala dan merasakan keberkahan di hari raya.
Kondisi haid tetaplah bukan penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang diperbolehkan. Apa saja amalan yang bisa dilakukan perempuan haid saat Idulfitri? Yuk, simak penjelasannya!
1. Sarapan di Hari Raya
Umat Islam dianjurkan untuk makan sebelum berangkat salat id. Meskipun perempuan yang sedang haid tidak bisa menjalankan salat id, mereka tetap dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis:
Abu Buraidah radhiyallahu'anhu mengatakan bahwa: "Nabi SAW tidak keluar rumah untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri melainkan setelah makan, tapi pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan melainkan setelah menyembelih (hewan kurban)". (HR Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah)
2. Menghadiri Momen Idulfitri (Tanpa Salat)
Perempuan haid tetap dianjurkan untuk hadir di tempat pelaksanaan salat Id, meskipun tidak ikut melaksanakan salat. Hal ini Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Athiyah ra, bahwa perempuan haid diperintahkan keluar untuk menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslimin:
“Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka."
3. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Mengumandangkan takbir, tasbih, tahmid, dan tahlil tetap bisa dilakukan. Dzikir menjadi salah satu amalan ringan namun berpahala besar yang bisa dikerjakan kapan saja, termasuk saat haid.
4. Berdoa dan Memohon Ampunan
Hari Raya Idulfitri adalah waktu yang penuh keberkahan. Perempuan haid tetap bisa memanjatkan doa, memohon ampunan, serta berharap kebaikan di masa mendatang.
5. Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan
Sama seperti berdoa, perempuan yang sedang haid pun tidak dilarang untuk memberikan sedekah. Misalnya, berbagi makanan atau membantu sesama. Hal tersebut bisa menjadi amalan yang baik di hari Idulfitri.
6. Mendengarkan Khutbah Salat Id
Nabi Muhammad SAW menganjurkan para perempuan untuk menghadiri salat Id, tanpa terkecuali perempuan yang sedang haid. Bukan untuk melaksanakan salat, tetapi menyimak khutbah.
Bahkan, Imam As-Syaukani berkata: “Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua shalat Ied ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa Ied. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk keluar padanya, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid.”
7. Menjaga Silaturahmi
Mengunjungi keluarga, meminta maaf, dan mempererat hubungan sosial juga termasuk ibadah yang bernilai pahala. Aktivitas ini justru menjadi inti dari perayaan Idulfitri, yang tidak boleh dilewatkan umat Islam, termasuk perempuan yang sedang haid.
8. Mengenakan Pakaian Terbaik
Mengenakan pakaian terbaik dan bersih merupakan salah satu amalan bagi perempuan haid di Hari Raya Idulfitri. Anjuran ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadir, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan." (HR. Hakim).
Jakarta:
Idulfitri menjadi momen kemenangan yang dinanti setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Umat Muslim biasanya merayakannya dengan melaksanakan salat Id, bersilaturahmi, serta memperbanyak doa dan dzikir.
Namun, bagi perempuan yang sedang haid, ada beberapa keterbatasan dalam menjalankan ibadah tertentu, termasuk salat Id. Meski demikian, perempuan haid tetap memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala dan merasakan keberkahan di hari raya.
Kondisi haid tetaplah bukan penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang diperbolehkan. Apa saja amalan yang bisa dilakukan perempuan haid saat Idulfitri? Yuk, simak penjelasannya!
1. Sarapan di Hari Raya
Umat Islam dianjurkan untuk makan sebelum berangkat salat id. Meskipun perempuan yang sedang haid tidak bisa menjalankan salat id, mereka tetap dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis:
Abu Buraidah radhiyallahu'anhu mengatakan bahwa:
"Nabi SAW tidak keluar rumah untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri melainkan setelah makan, tapi pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan melainkan setelah menyembelih (hewan kurban)". (HR Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah)
2. Menghadiri Momen Idulfitri (Tanpa Salat)
Perempuan haid tetap dianjurkan untuk hadir di tempat pelaksanaan salat Id, meskipun tidak ikut melaksanakan salat. Hal ini Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Athiyah ra, bahwa perempuan haid diperintahkan keluar untuk menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslimin:
“Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka."
3. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Mengumandangkan takbir, tasbih, tahmid, dan tahlil tetap bisa dilakukan. Dzikir menjadi salah satu amalan ringan namun berpahala besar yang bisa dikerjakan kapan saja, termasuk saat haid.
4. Berdoa dan Memohon Ampunan
Hari Raya Idulfitri adalah waktu yang penuh keberkahan. Perempuan haid tetap bisa memanjatkan doa, memohon ampunan, serta berharap kebaikan di masa mendatang.
5. Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan
Sama seperti berdoa, perempuan yang sedang haid pun tidak dilarang untuk memberikan sedekah. Misalnya, berbagi makanan atau membantu sesama. Hal tersebut bisa menjadi amalan yang baik di hari Idulfitri.
6. Mendengarkan Khutbah Salat Id
Nabi Muhammad SAW menganjurkan para perempuan untuk menghadiri salat Id, tanpa terkecuali perempuan yang sedang haid. Bukan untuk melaksanakan salat, tetapi menyimak khutbah.
Bahkan, Imam As-Syaukani berkata:
“Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua shalat Ied ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa Ied. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk keluar padanya, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid.”
7. Menjaga Silaturahmi
Mengunjungi keluarga, meminta maaf, dan mempererat hubungan sosial juga termasuk ibadah yang bernilai pahala. Aktivitas ini justru menjadi inti dari perayaan Idulfitri, yang tidak boleh dilewatkan umat Islam, termasuk perempuan yang sedang haid.
8. Mengenakan Pakaian Terbaik
Mengenakan pakaian terbaik dan bersih merupakan salah satu amalan bagi perempuan haid di Hari Raya Idulfitri. Anjuran ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadir, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan." (HR. Hakim).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)