Lebaran atau Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Hari Raya Idulfitri jatuh setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah.
Di Indonesia sendiri, penetapan awal Syawal dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui sidang isbat. Ada dua metode utama yang digunakan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan Rukyat (Pengamatan Hilal).
Meski demikian, sejumlah pihak telah menyampaikan prediksi kapan Lebaran 2026. Simak penjelasannya dalam artikel ini.
| Baca juga: Jadwal Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026, Ini Tahapan dan Link Live Streaming |
Prediksi Lebaran 2026 Versi Nahdatul Ulama
Dalam menetapkan awal bulan Hijriah seperti 1 Syawal, Nahdlatul Ulama mengedepankan metode rukyatul hilal. Pendekatan ini diperkuat dengan perhitungan hisab imkanur rukyat untuk memperkirakan peluang visibilitas hilal.Sejak 2022, NU bersama pemerintah juga mengacu pada kriteria MABIMS sebagai standar penentuan yang lebih seragam di kawasan Asia Tenggara. Kriteria ini menetapkan bahwa hilal baru dianggap memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk dan elongasi sedikitnya 6,4 derajat.
Standar tersebut digunakan untuk memastikan hilal yang diamati benar-benar dapat terlihat secara ilmiah, sekaligus menjadi upaya menyelaraskan metode penentuan kalender Hijriah dengan pendekatan yang lebih akurat.
Sementara itu, hasil perhitungan awal dari Lembaga Falakiyah PBNU menunjukkan bahwa pada Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H), posisi hilal diperkirakan masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 0–1 derajat di atas ufuk. Nilai elongasinya pun belum mencapai batas minimal yang ditetapkan.
Dengan kondisi tersebut, peluang rukyat dinilai sangat kecil. Jika hilal benar-benar tidak terlihat, maka penetapan awal Syawal berpotensi dilakukan melalui mekanisme istikmal, yaitu menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari sebelum memasuki 1 Syawal.
| Baca juga: Ragam Amalan Sunnah Hari Raya Idulfitri Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW |
Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah
Sedikit berbeda, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini disampaikan melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.Prediksi Lebaran 2026 Versi BRIN
Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memperkirakan Lebaran 2026 jatuh kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret 2026.Perkiraan tersebut merujuk pada analisis astronomi terkait posisi hilal. Menurut penjelasan Thomas, saat waktu Magrib pada 19 Maret 2026 di kawasan Asia Tenggara, posisi bulan sabit muda diprediksi belum memenuhi standar visibilitas yang ditetapkan oleh kriteria MABIMS.
Dengan begitu, hilal diperkirakan tidak akan tampak pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara. Badan Riset dan Inovasi Nasional pun memproyeksikan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026, meski kepastian tanggalnya tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News