WNI Asal Suriah Berpotensi Lakukan Aksi Teror Besar
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Rizal
Jakarta: Polisi diminta terus memantau kembalinya Warga Negara Indonesia yang kembali dari Suriah. Mereka berpotensi terpapar paham radikal dan dapat melakukan aksi teror yang besar.
 
"Yang baru masuk ke Indonesia 507 orang. Mereka ini potensinya melalukan aksi teror besar sekali," kata pengamat terorisme Universitas Padjajaran, Muradi kepada Medcom.id, Rabu, 16 Mei 2018.
 
Muradi mengatakan, meski telah dideradikalisasi bukan jaminan mereka tidak radikal. Mereka berpotensi menyebarkan paham-paham radikal. Apalagi jika WNI itu pernah terlibat langsung dengan kelompok teror di Suriah.
 
"Mereka yang pernah ke sana mempunyai tugas rekrutmen," ucapnya.
 
Muradi meminta polisi menelusuri hubungan pelaku-pelaku teror di Surabaya dengan WNI asal Suriah. Dengan ideologi yang sepaham, Muradi yakin ada interaksi antara pelaku teror.
 
"Misalnya interaksi pemaksaan ideologi. Ini potensinya luar biasa," jelas Muradi.

Baca: Aksi Teror Menodai Ramadan dan Wajah Islam Indonesia

Namun dengan UU Nomor 15 Tahun 2003,  polisi tak memiliki wewenang untuk melakukan penindakan. Meski dengan bukti persiapan dan percobaan melakukan aksi teror.
 
Muradi mendesak DPR segera mengesahkan RUU Terorisme yang mengatur pasal persiapan dan percobaan tindak pidana terorisme.
 
Bila RUU ini disahkan, polisi bisa melakukan penindakan kasus seperti kepulangan WNI dari Suriah. Meski mereka belum sampai bergabung dengan kelompok ISIS.
 
"Tidak ada pilihan, RUU Terorisme harus segera disahkan. Dan, polisi bisa lakukan langkah preventif," ujarnya.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360