Kondisi lahan pasca kebakaran hutan di Bukit Cubadak, Balaigadang, Padang, Sumatera Barat, Selasa (17/9/2019). Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Kondisi lahan pasca kebakaran hutan di Bukit Cubadak, Balaigadang, Padang, Sumatera Barat, Selasa (17/9/2019). Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Lima Tersangka Karhutla Sumbar Diringkus Polisi

Nasional kebakaran lahan Kebakaran Lahan dan Hutan
Cindy • 17 September 2019 22:13
Jakarta: Polres Kota Solok menangkap lima tersangka pembakaran hutan di Sumatera Barat. Mereka adalah K, 43, DR, 47, AF, 25, YM, 22 dan LI, 65.
 
"Para tersangka membakar hutan, menebang pohon untuk membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan hutan konservasi," kata Kapolres solok kota AKBP Donny Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa, 17 September 2019.
 
Donny membeberkan kronologi pembakaran, menurut para saksi berinisial EE dan R pelanggaran hukum itu dilakukan pada Jumat, 13 September 2019. Saksi menyebut sekitar pukul 14.00 WIB di Jorong Balai Batingkah, Kabupaten Solok, empat orang tersangka K, DR, AF, dan YM melakukan pembakaran lahan milik LI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembakaran dilakukan atas perintah LI dengan menggunakan korek api. Lanjutnya, api seketika meluas dan tak dapat dikendalikan.
 
"Sehingga membakar lahan yang berada di sekitarnya. Pemadaman dilakukan manual bersama dengan warga sekitar," sambung Donny.
 
Diketahui hutan tersebut merupakan kawasan hutan suaka margasatwa. Dari pemeriksaan saksi dan olah TKP, Polres Kota Solok melakukan penangkapan terhadap para tersangka.
 
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain lima mesin pemotong rumput, dua mesin pompa racun rumput, dua mesin diesel listrik, satu gerobak dorong. Empat dirigen, satu parang, satu korek api, satu mesin pemotong kayu, empat buah cangkul, satu sepeda motor dan 8 kubik kayu pinus olahan.
 
Para tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 40 ayat 1 Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan atau pasal 78 ayat 2 dan 3 jo pasal 50 ayat 3b dan 3d Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
 
Dan atau pasal 94, pasal 82 ayat 1c Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif