Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Masyarakat Diminta Mewaspadai Subvarian BA.2.75, Tapi Jangan Panik

M Iqbal Al Machmudi • 20 Juli 2022 09:55
Jakarta: Masyarakat diminta mewaspadai munculnya subvarian omicron BA.2.75. Namun, tak perlu panik menyikapi subvarian baru tersebut.
 
"Kita memang tak perlu panik tapi fakta bahwa BA.2.75 sudah terdeteksi di Indonesia harus membuat kita lebih waspada dan berhati-hati," kata Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Juli 2022.
 
Ia mengatakan varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India pada Mei lalu disebut penularannya lebih cepat dari varian BA.5 yang sangat menular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi ketat WHO.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan varian terbaru BA.2.75, serta BA.4 dan BA.5 belum tercatat lebih berisiko ketimbang Delta. Namun, lonjakan kasus covid-19 di beberapa negara didominasi subvarian tersebut. Contohnya, Amerika Serikat, 80 persen kasus covid-19 didominasi varian anyar tersebut.
 
"Fakta ini harus membuat kita semakin waspada sebab covid-19 masih ada dan kita belum tahu kapan berakhir," ucap dia.
 

Baca: Waspada! Subvarian BA.4 dan BA.5 Bisa Lawan Manfaat Vaksin


Ia juga menyoroti program vaksinasi yang belum sesuai harapan. Ia menyatakan angka vaksinasi masih di bawah 70 persen. Sedangkan, penyuntikan dosis penguat (booster) masih rendah, di bawah 25 persen.
 
"Justru karena vaksinasi belum sesuai harapan, maka saya mewanti-wanti pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh elemen untuk segera bergerak cepat memperkuat pertahanan imunitas masyarakat dengan memfasilitasi vaksinasi booster, termasuk vaksin lengkap," beber dia.
 
Ia mendukung langkah pemerintah menggunakan booster sebagai syarat perjalanan moda transportasi dan masuk pusat perbelanjaan. Handoyo juga meminta pemerintah terus meningkatkan surveillance, testing, dan tracing.
 
"Tugas pemerintah, harus memantau terus kenaikan kasus varian BA.4, BA.5 dan BA.2.75. Termasuk tingkat risiko varian baru tersebut harus dipantau apakah lebih, sama atau lebih ringan dibandingkan Delta," ujar dia.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif