Lokasi sinkhole atau lubang raksasa akibat longsoran geologi di Aceh Tengah. ist
Lokasi sinkhole atau lubang raksasa akibat longsoran geologi di Aceh Tengah. ist

Kasatgas PRR Tinjau Progres Penanganan Sinkhole di Aceh Tengah

Adri Prima • 24 April 2026 07:36
Ringkasnya gini..
  • Kasatgass PRR, Tito Karnavian meninjau langsung lokasi sinkhole atau lubang raksasa yang terbentuk karena longsoran geologi di Aceh Tengah.
  • Tito ingin memastikan sinkhole atau lubang raksasa tidak semakin meluas dan mengikis lahan warga sekitar.
  • Lubang raksasa tercipta karena longsor yang terjadi secara bertubi- tubi, sehingga membuat tanah yang amblas semakin meluas.
Aceh: Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung lokasi sinkhole atau lubang raksasa yang terbentuk karena longsoran geologi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin, 20 April 2026.
 
Ia ingin memastikan sinkhole atau lubang raksasa tidak semakin meluas dan mengikis lahan warga, mengingat wilayah Aceh masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana.
 
Tito mengamati penjelasan rinci mengenai kondisi longsoran di sekitaran lubang raksasa dari tim penanganan yang ditugaskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Apakah sudah cukup stabil (di beberapa titik pantau). Bagaimana mengatasi tidak turun terus airnya (ke lubang),” tanya Tito kepada tim di lapangan.
 
Seusai mendengar keterangan yang relatif menunjukkan progres, ia memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh tim penanganan longsoran lubang raksasa. Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal Kurniwan mengatakan longsoran geologi yang membentuk lubang raksasa tercipta karena longsor yang terjadi secara bertubi- tubi, sehingga membuat tanah yang amblas semakin meluas.
 
"Perlu diketahui juga, ini terjadi karena ada kondisi tanah yang berpasir," kata Yusrizal.
 

Upaya mencegah longsoran meluas


Yusrizal mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan beragam skenario untuk mencegah longsoran meluas dengan cara pengalihan jalur dan modifikasi irigasi ke bagian lahan yang lebih stabil agar air tidak terkonsentrasi pada lubang longsoran yang bisa memicu longsor susulan.
 
"Selain itu, kami juga membuat (sumur) intercept. Tujuannya agar air yang jenuh di longsoran ini bisa dikeluarkan dan sekaligus nanti untuk membuat tata irigasi yang baru," kata Yusrizal.
 
Saat ini kondisi lubang sudah jarang terjadi longsoran dan tinggal satu titik yang menjadi fokus dari semula lima titik pantau. 
 
"Mudah-mudahan bisa permanen stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat di sini. Jadinya masyarakat tetap bisa dapat bercocok tani dari cabai dan kopi," beber Yusrizal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>