Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian meninjau huntara di Bener Meriah, Aceh. ist
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian meninjau huntara di Bener Meriah, Aceh. ist

Hunian Layak Tersedia, Kondisi Penyintas di Bener Meriah Membaik

Adri Prima • 23 April 2026 22:27
Ringkasnya gini..
  • Warga penyintas bencana terharu dengan dibangunnya hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
  • Seorang wanita bernama Kartini menyampaikan perasaannya saat bertemu langsung dengan Tito Karnavian.
  • Saat meninjau huntara, Tito mengungkapkan kondisi penyintas bencana di wilayah tersebut sudah jauh lebih membaik ketimbang dua bulan lalu.
Aceh: Warga penyintas bencana di Aceh terharu dengan dibangunnya hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
 
Seorang wanita bernama Kartini menyampaikan perasaannya saat bertemu langsung dengan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian.
 
Kartini mengenang momen saat pertama kali bertemu Tito. Ia bercerita kalau suaminya hanyut bencana hidrometeorologi di Bener Meriah akhir November 2025 lalu.

“Waktu itu Pak Tito bilang bakal secepatnya bangunkan huntara, supaya saya dan anak- anak tinggal (di hunian) layak," kata Kartini.
 
Kartini dengan wajah sayu memberanikan diri menghampiri Tito yang sedang meninjau kondisi huntara Desa Tunyang. "Saya cuma mau mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan huntara. Jujur sangat meredakan (kesulitan hidup) kami ketimbang waktu di tenda," sambung Kartini.
 
Dalam pertemuan yang singkat itu, Kartini sempat bercerita kepada Tito bila keadaan dirinya dua bulan lalu, sewaktu masih tinggal di tenda darurat. 
 
"Beliau langsung tahu saya, begitu saya bilang 'saya Kartini'. Beliau langsung tanya gimana kabar anak- anak saya. Pak Tito masih ingat betul, waktu pertama kali menemui saya dan anak- anak di tenda. Saya jawab kondisi kami baik," kata Kartini.
 
Ibu dua anak itu mengaku asa untuk memperbaiki hidup kembali bangkit usai mendengar pemerintah akan segera membangun hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana di Bener Meriah. 
 

Kondisi penyintas semakin membaik


Saat meninjau huntara di Desa Tunyang, Tito mengungkapkan kondisi penyintas bencana di wilayah tersebut sudah jauh lebih membaik ketimbang dua bulan lalu, seiring dengan rampungnya pembangunan huntara yang dilengkapi fasilitas publik yang memadai. "Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito.
 
Sebagai langkah lanjutan, Tito mengatakan akan memastikan aneka bantuan segera tersalurkan, yang terdiri dari bantuan jamian hidup (jadup) senilai Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Sementara itu, ada juga bantuan isi hunian senilai Rp3 juta dan bantuan ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga.
 
Ia juga mengingatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mempercepat pendataan penerima huntap. Sebab, terdapat dua model pembangunan huntap yang perlu divalidasi, yakni huntap in-situ atau di lokasi semula dan huntap komunal dalam satu komplek.
 
"Jadi saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga- warga," pungkas Tito.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>