Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Siaran TV Digital Menghemat Frekuensi Serta Tumbuh Kembang Konten Kreatif

Nasional Kominfo televisi digital Migrasi Siaran
Antara • 29 April 2022 04:01
Jakarta: Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyatakan, kesiapan penghentian siaran analog ke digital (ASO) merupakan momentum memasuki era transformasi digital. Bahkan, ASO dapat memberikan manfaat dalam penghematan frekuensi.
 
"Program Analog Switch Off dapat menghemat ruang frekuensi, karena saat migrasi ke TV Digital akan terjadi efisiensi dan optimalisasi frekuensi yang paling nyata dalam penyiaran, di antaranya adalah banyak kanal siaran dalam jumlah yang lebih banyak," ujarnya di Jakarta, Kamis, 28 April 2022.
 
Menurut Philip, kanal siaran dengan jumlah lebih banyak dan infrastruktur penyiaran seperti pemancar, antena dan saluran transmisi yang mampu melahirkan banyak program. Sehingga selain penghematan frekuensi, migrasi TV digital akan membuka peluang bagi tumbuh kembangnya konten-konten lokal yang edukatif. 
 
"Karena bila selama ini satu frekuensi hanya bisa dipakai untuk satu kanal, melalui migrasi ke siaran digital satu frekuensi bisa dipakai untuk mentransmisikan banyak siaran. Hal itu juga berdampak positif dari migrasi TV digital adalah munculnya kanal TV Baru," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 3 Tahapan Migrasi ke TV Digital
 
Lebih lanjut dijelaskan tatanan baru dalam migrasi ke TV digital akan melahirkan insan-insan kreatif lokal. Karena anak muda  akan memiliki peluang yang besar untuk menjadi konten kreator.
 
"Selain pertumbuhan konten lokal, migrasi TV digital juga mampu menstabilkan jaringan internet yang selama ini masih menjadi kendala di beberapa daerah, bahkan bisa memberikan dukungan yang luar biasa terhadap pengimplementasian 5G," tuturnya.
 
Salam kesempatan tersebut, Philip menegaskan kesiapan penghentian siaran analog ke digital merupakan momentum memasuki era transformasi digital.
 
“Program Analog Switch Off yang akan dilaksanakan tahap pertama dua hari lagi merupakan suatu tuntutan di dalam transformasi digital, karena kita ketahui Indonesia sudah melakukan siaran TV analog sejak 6 dekade atau 60 tahun yang lalu," ujarnya.
 
Adapun tuntutan migrasi dari Tv analog ke TV digital sebagai bagian penting untuk terus beradaptasi dengan teknologi digital.
 
“Pada saat yang sama kita juga mesti mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang yang sangat cepat. Maka inilah momentum untuk kita beralih atau bermigrasi dari siaran tv analog ke TV digital,” jelasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif