Pengunjung melihat karya seni instalasi bambu di Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), Bandung, Jawa Barat. (Foto: Antara/Novrian Arbi)
Pengunjung melihat karya seni instalasi bambu di Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), Bandung, Jawa Barat. (Foto: Antara/Novrian Arbi)

Mata Waktu Sang Maestro

Nasional galeriindonesiakaya
Gervin Nathaniel Purba • 23 Desember 2018 19:00
Jakarta: Indonesia mempunyai banyak seniman terbaik. Salah satunya, Sunaryo. Pemilik galeri Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) itu membagikan kisahnya berkiprah di bidang seni dan mengembangkan SSAS.
 
SSAS didirikan di Bandung, pada 1998, bertepatan dengan masa krisis moneter yang melanda Indonesia. SSAS dibangun dengan menggabungkan berbagai bidang seni, seperti arsitektur, kriya, seni pertunjukan, dan seni rupa.
 
Di sana, Sunaryo menampilkan berbagai karya dari lintas bidang. Mulai dari lukisan, instalasi, penata artistik pementasan, desain interior dan landscaping, hingga penggagas beberapa patung dan monumen di kota-kota besar Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karya sunaryo menghargai nilai kearifan dan sifat-sifat alam, seperti batu, kayu, bambu, dan air. Selain itu, karyanya banyak berbicara tentang perenungan mendalam antara hubungan manusia dengan alam.
 
Pada 2015, lelaki lulusan Studio Seni Patung, Departemen Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB, Bandung itu membangun proyek artistik terbesarnya yang diberi nama Wot Batu. Sebuah karya yang berbicara tentang keabadian.
 
Karya sunaryo menghargai nilai kearifan dan sifat-sifat alam berupa batu, kayu, bambu, dan air. Karya sunaryo juga banyak berbicara tentang perenungan mendalam antara hubungan manusia dengan alam.
 
Saksikan kisah Sunaryo selengkapnya pada program IDEnesia, Minggu, 23 Desember 2018, pukul 21.30 WIB, hanya di Metro TV.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif