Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP

Klarifikasi Macron Tak Cukup Redamkan Amarah Umat Muslim

Nasional prancis Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Anggi Tondi Martaon • 07 November 2020 20:57
Jakarta: Presiden Prancis Emmanuel Macron sudah mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis. Namun, hal itu dinilai belum meredakan kemarahan umat muslim di dunia.
 
"Tidak cukup dengan klarifikasi," kata pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana dalam program Newsmaker, Medcom.id, Sabtu, 7 November 2020.
 
Langkah yang harus dilakukan Macron yakni menyampaikan permintaan maaf. Macron juga diminta menarik ucapannya yang dilontarkan terkait pembunuhan guru karena memamerkan kartun Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani itu menilai klarifikasi yang disampaikan Macron sudah terlambat. Pasalnya, pernyataan yang disampaikannya itu sudah menuai kecaman.
 
Baca: Tiga Remaja Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru Prancis
 
Hikmahanto menyampaikan kemarahan umat Islam ini tidak hanya berdampak pada kelangsungan produk Prancis. Hal ini juga terkait keselamatan warga Prancis di negara Islam. 
 
"Ini yang menurut saya harus menjadi perhitungan yang cermat dari Macron," ungkap dia.
 
Untuk itu, dia menilai permintaan maaf menjadi jalan satu-satunya bagi Macron. Dia khawatir jika Macron tidak melakukan hal tersebut, akan ada tuntutan lain yang lebih sulit untuk dipenuhi Macron.
 
"Jangan sampai menunggu lagi waktu sehingga ada tuntutan lain yang sulit lagi," ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif