Pemandangan Gunung Anak Krakatau, yang di lihat dari perairan Selat Sunda, Bandar Lampung, Lampung. Foto: MI/Sumaryanto.
Pemandangan Gunung Anak Krakatau, yang di lihat dari perairan Selat Sunda, Bandar Lampung, Lampung. Foto: MI/Sumaryanto.

Anak Krakatau Dilarang Didekati

Nasional Gunung Anak Krakatau
Candra Yuri Nuralam • 28 Desember 2018 16:21
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer. Pasalnya, aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan.
 
"Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan tiap menit letusan disertai batu pijar dan stromboli keluar dengan awan panas 12 kilometer, angin dominan ke barat daya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung Graha BNPB, Jakarta Pusat, Jumat 28 Desember.
 
Menurut dia, gunung berapi itu terus memuntahkan lava pijar dan abu vulkanik hingga sampai ke dasar laut. Hingga kini, Gunung Anak Krakatau berstatus waspada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: BNPB Masih Mendata Lokasi yang Terdampak Tsunami
 
"Radius ditetapkan lima kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau tidak boleh ada aktivitas. Dan memang tidak ada permukiman. Permukiman terdekat Pulau Sebesi 19,1 KM," kata Sutopo.
 
Sutopo mengatakan saat ini antisipasi yang terbaik adalah mengungsikan para penduduk di Pulau Sibesi. Hal ini untuk berjaga-jaga jika arah angin membawakan abu vulkanik ke arah Pulau Sibesi.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif