Warga melakukan aksi tolak poligami. Foto: Antara/Saptono.
Warga melakukan aksi tolak poligami. Foto: Antara/Saptono.

Legalisasi Poligami Dalam Islam Harus Dilihat Secara Utuh

Nasional poligami
17 Desember 2018 20:48
Jakarta: Masyarakat diminta mempelajari ayat Alquran secara utuh sebelum memutuskan berpoligami. Karena Allah SWT melalui Alquran memberikan syarat yang sangat berat dan Allah sangat membenci perceraian.
 
Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Nina Nurmila menyayangkan ada pihak yang menjadikan agama sebagai dasar untuk menikahi perempuan lebih dari satu.
 
“Anda jangan hanya melihat dua, tiga, dan empat (menikah). Lihat juga syarat yang harus dipenuhi, di antaranya berlaku adil. Adil adalah yang tidak mungkin dilakukan manusia dan berujung pada perceraian. Hanya Allah yang maha adil,” kata Nina, Senin, 17 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nina mengatakan, Islam melalui Alquran mengajarkan segala hal, termasuk perkawinan. Namun, katanya, ada yang sengaja menyembunyikan pemahaman dalam khazanah Islam untuk kepentingan kelompok.
 
“Islam itu rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesata alam, bagi semuanya. Tetapi dalam khazanah intelektual kadang-kadang ada ilmu pengetahuan (ayat Alquran) yang disengaja dikubur (oleh kelompok tertentu) untuk kepentingan kelompok yang dominan yaitu laki-laki. Jadi jangan jadikan Alquran untuk melegitimasi perilaku laki-laki yang tindak bertanggung jawab,” katanya.
 
Guru besar kajian gender dan studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu menegaskan agama menjadi rujukan untuk kemaslahatan. Dia menilai pentingnya undang-undang perkawinan di Indonesia.
 
“Perkawinan di Indonesia sangat akut, hampir setengah dari perkawinan berakhir dengan perceraian,” ujar Nina.
 
Baca: Komnas Perempuan: Islam Tak Menganjurkan Poligami
 
Seperti diketahui, pembahasan poligami kembali muncul ke publik setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyerukan revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terutama terkait dengan poligami. Grace menyatakan partainya tidak mendukung praktik poligami.
 
Dia menegaskan, poligami adalah bentuk ketidakadilan pada perempuan. Sehingga, UU tersebut harus direvisi agar tidak ada lagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif