Seorang prajurit TNI menuntun seorang anak yang akan mengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
Seorang prajurit TNI menuntun seorang anak yang akan mengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

Korban Banjir Bandang di Sentani Terus Bertambah

Nasional Bencana Alam Papua
Candra Yuri Nuralam • 19 Maret 2019 13:08
Jakarta: Sebanyak 89 orang meninggal akibat banjir bandang yang menerjang Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, pada hari ketiga evakuasi. Data terus bertambah mengingat evakuasi masih terus dilakukan.
 
"Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan tujuh korban meninggal akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.
 
Sutopo menambahkan Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan 13 jenazah pada Senin, 18 Maret 2019. Sebanyak 13 jenazah itu terdiri atas empat jenazah di Kampung Sereh Tua, dua jenazah di Danau Sentani, tiga jenazah di BTN, dua jenazah di BTN Nauli 2, satu jenazah di BTN Citra Buana, dan satu jenazah di Kampung Hobong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Raja Salman Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Banjir Papua
 
Tim SAR akan terus mencari korban lantaran diperkirakan masih ada korban yang belum ditemukan. Ribuan personel pun diterjunkan untuk membantu evakuasi.
 
"Ada 1.613 personel tim gabungan dari 23 berbagai instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang di Sentani," ujar Sutopo.
 
Sutopo mengungkapkan tim saat ini masih terus bekerja. Belum semua daerah terdampak dapat dijangkau lantaran terisolasi pohon tumbang, batu, lumpur, dan material lain yang terbawa banjir. Saat ini evakuasi pencarian diintensifkan untuk mencari korban.
 
BNPB telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak hari Minggu, 17 Maret 2019. Itu, kata Sutopo, bisa bertambah tergantung dari situasi.
 
Baca juga:18 Alat Berat Bergerak Membersihkan Sisa Banjir Sentani
 
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla memastikan penanganan bencana di Sentani dan Jayapura terus berjalan. Tanggap darurat bencana sudah berlaku setelah daerah tersebut diterjang bencana pada Sabtu, 16 Maret 2019.
 
Pemerintah pusat turun tangan guna menangani banjir bandang dan longsor. Terutama untuk membantu operasi BPBD dalam penanganan bencana dan mengevakusi korban.
 
Dugaan penyebab banjir bandang tersebut adalah kultur tanah dan maraknya pemukiman warga Sentani di sekitar cekungan, sehingga berdampak pada arus air.
 
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban jiwa dan hilang. Sebab, ada dugaan korban jiwa akan bertambah.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif