Jakarta: Masjid At-Taufiq yang hari ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri diharap bisa membawa manfaat untuk umat islam. Masjid yang dibangun untuk mengenang almarhum (Alm) Taufiq Kiemas itu diharap menjadi sarana syiar islam.
Pembangunan Masjid At-Taufiq diprakarsai Ketua DPR Puan Maharani sebagai putri Taufiq Kiemas. Pada momen haul Alm Taufiq Kiemas dan peresmian Masjid At-Taufiq ini, Puan mengenang dedikasi dan pengabdian ayahnya terhadap Tanah Air.
"Tokoh negarawan seperti Almarhum Pak Taufiq, saat meninggalkan dunia ini beliau meninggalkan legacy, seperti legacy nilai-nilai kebangsaan yang Almarhum terus perjuangkan semasa hidupnya," kata Puan yang mengikuti peresmian Masjid At-Taufiq secara daring, Rabu, 8 Juni 2022.
Puan menyebut Taufiq Kiemas terus membangun jembatan-jembatan persatuan berbagai elemen bangsa melalui pemikiran, ucapan, dan tindakan semasa hidupnya. Menurut dia, sang ayah selalu meyakini Indonesia hanya bisa besar menjadi raya dan maju ketia semua anak bangsa bersatu dan bergotong royong.
"Keyakinan tersebut sama seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno yang merupakan idola Almarhum Pak Taufiq. Bagi Almarhum Pak Taufiq, beda pendapat itu biasa tetapi persatuan Indonesia harus menjadi yang utama. Beliau meyakini Indonesia yang bersatu menjadi modal besar kita untuk bergerak maju," kata Ketua DPP PDIP tersebut.
Keluarga ingin merawat legacy yang ditinggalkan Taufiq Kiemas. Salah satunya, dengan membangun Masjid At-Taufiq yang selain menjadi tempat beribadah juga bisa menjadi tempat kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.
"Pembangunan Masjid At-Taufiq ini telah dimulai pada Desember 2018 dan selesai pada Juli 2020. Namun karena adanya pandemi covid-19 maka baru dapat diresmikan pada hari ini," kata dia.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR ini menerangkan ide awal pembangunan Masjid At-Taufiq berawal dari dialihfungsikannya kantor DPP PDIP di Jl Lenteng Agung 99 menjadi Sekolah Partai sebagai sarana kaderisasi PDIP secara berjenjang dan berkala. Dengan kegiatan rutin yang dilakukan di Sekolah Partai, ratusan kader-kader PDIP dari seluruh Indonesia sering datang ke lokasi ini.
"Kehadiran para kader partai di Sekolah Partai ini kemudian memunculkan kebutuhan adanya masjid yang lebih besar bagi kader PDI Perjuangan yang beragama islam untuk menunaikan kewajiban salat lima waktunya karena musala yang sudah ada dianggap kurang memadai lagi," kata Puan.
Megawati sebagai Ketum PDIP sekaligus istri Alm Taufiq Kiemas langsung menyetujui inisiasi Puan untuk pembangunan Masjid At-Taufiq. Masjid At-Taufiq dibangun di lahan seluas 1.800 m2 dengan bangunan dua tingkat bergaya rumah Gadang Minangkabau.
Nama Masjid At-Taufiq dipilih untuk mengenang Taufiq Kiemas yang dikenal sebagai tokoh nasionalis religius tersebut. Meski begitu, menurut Puan, nama At-Taufiq juga dipilih karena filosofi artinya.
"Filosofi Masjid At Taufiq diambil dari kata Taufiq yang berasal dari kata Wafaqa yang artinya kesesuaian antara irodah (ketentuan illahi) dan amal perbuatan makhluknya," kata mantan Menko PMK itu.
Sedangkan kata Taufiq bisa dimaknai sebagai limpahan Allah, pertolongan dan petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Nama At-Taufiq juga dipilih untuk mengenang Taufiq Kiemas semasa hidupnya sekaligus mendoakan arwahnya senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
Konsep bangunan Masjid At-Taufiq menyesuaikan dengan Trisakti Bung Karno yang ketiga, yaitu Kepribadian yang Berkebudayaan Indonesia. Puan menjabarkan konsep bangunan Masjid At-Taufiq memadukan konsep bangunan islam, unsur partai, dan kekayaan budaya.
Desain bangunan masjid mengadopsi model bangunan rumah Sumatra Barat sekaligus ornamen tradisional adat Palembang, Sumatra Selatan, yang merupakan daerah asal Taufiq Kiemas. Taufiq Kiemas memang berasal dari Palembang, namun juga masih memiliki garis keturunan Minangkabau.
"Ini mencerminkan nasionalisme religiusnya bangsa Indonesia," kata Puan.
Masjid At-Taufiq memiliki daya tampung jemaah sekitar 400-500 orang. Selain itu, Masjid At-Taufiq memiliki auditorium atau ruang serba guna yang bisa menampung 200-250 orang. Puan berpesan agar Masjid At-Taufiq dirawat dan dikelola sebaik-baiknya agar bisa menjadi sarana syiar islam.
"Insyaallah masjid ini akan bermanfaat bagi kita semua dan turut menjadi sarana syiar islam rahmatan lil alamin," kata Puan.
Usai peresmian, diselenggarakan acara doa bersama berupa tahlil dan yasinan sebagai peringatan haul ke-9 Taufiq Kiemas. Puan berterima kasih kepada semua pihak yang mendoakan almarhum sang ayah.
"Selama sembilan tahun ini, kami sekeluarga berterima kasih atas semua pihak yang terus bersama-sama dengan kami mendoakan almarhum," kata Puan.
Nama Masjid At-Taufiq dipilih untuk mengenang Taufiq Kiemas yang dikenal sebagai tokoh nasionalis religius tersebut. Meski begitu, menurut Puan, nama At-Taufiq juga dipilih karena filosofi artinya.
"Filosofi Masjid At Taufiq diambil dari kata Taufiq yang berasal dari kata Wafaqa yang artinya kesesuaian antara irodah (ketentuan illahi) dan amal perbuatan makhluknya," kata mantan Menko PMK itu.
Sedangkan kata Taufiq bisa dimaknai sebagai limpahan Allah, pertolongan dan petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Nama At-Taufiq juga dipilih untuk mengenang Taufiq Kiemas semasa hidupnya sekaligus mendoakan arwahnya senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah.
Konsep bangunan Masjid At-Taufiq menyesuaikan dengan Trisakti Bung Karno yang ketiga, yaitu Kepribadian yang Berkebudayaan Indonesia. Puan menjabarkan konsep bangunan Masjid At-Taufiq memadukan konsep bangunan islam, unsur partai, dan kekayaan budaya.
Desain bangunan masjid mengadopsi model bangunan rumah Sumatra Barat sekaligus ornamen tradisional adat Palembang, Sumatra Selatan, yang merupakan daerah asal Taufiq Kiemas. Taufiq Kiemas memang berasal dari Palembang, namun juga masih memiliki garis keturunan Minangkabau.
"Ini mencerminkan nasionalisme religiusnya bangsa Indonesia," kata Puan.
Masjid At-Taufiq memiliki daya tampung jemaah sekitar 400-500 orang. Selain itu, Masjid At-Taufiq memiliki auditorium atau ruang serba guna yang bisa menampung 200-250 orang. Puan berpesan agar Masjid At-Taufiq dirawat dan dikelola sebaik-baiknya agar bisa menjadi sarana syiar islam.
"Insyaallah masjid ini akan bermanfaat bagi kita semua dan turut menjadi sarana syiar islam rahmatan lil alamin," kata Puan.
Usai peresmian, diselenggarakan acara doa bersama berupa tahlil dan yasinan sebagai peringatan haul ke-9 Taufiq Kiemas. Puan berterima kasih kepada semua pihak yang mendoakan almarhum sang ayah.
"Selama sembilan tahun ini, kami sekeluarga berterima kasih atas semua pihak yang terus bersama-sama dengan kami mendoakan almarhum," kata Puan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)