Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Dok. Kementerian Kesehatan
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. Dok. Kementerian Kesehatan

924 Kasus Varian Covid-19 Asal Indonesia Ditemukan di 26 Provinsi

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 protokol kesehatan Mutasi virus Vaksinasi covid-19
Fachri Audhia Hafiez • 31 Juli 2021 12:11
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan lebih dari 900 kasus varian covid-19 asal Indonesia, B.1.466.2. Varian tersebut masuk daftar Alerts for Future Monitoring Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
"Sampai saat ini ada 924 kasus," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Medcom.id, Sabtu, 31 Juli 2021.
 
Menurut Nadia, kasus varian B.1.466.2 ditemukan di 26 provinsi. Provinsi yang belum ditemukan kasus varian tersebut hanya Gorontalo, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes itu menuturkan upaya Kemenkes untuk mencegah penularan meluas, yakni memasifkan vaksinasi covid-19. Termasuk imbauan disiplin protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.
 
"Tetap disiplin prokes, vaksinasi, dan monitoring melalui genom sekuensing," ujar Nadia.
 
Baca: Kunci Terhindar dari Varian B.1.466.2, Mengurangi Mobilitas
 
Varian B.1.466.2 sudah ditemukan sejak November 2020. WHO memasukkan varian tersebut ke dalam daftar Alerts for Future Monitoring pada 28 April 2021.
 
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan daftar Alerts for Future Monitoring berbeda dengan Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VOI). Daftar tersebut mencatat varian yang bermutasi dan diprediksi memiliki risiko. Namun, bukti fenotipik atau perubahan yang tampak dan bukti epidemiologi belum jelas.
 
"Oleh sebab itu, diperlukan monitoring dan asesmen berkala terhadap bukti-bukti baru yang sedang diteliti," ujar Wiku kepada Medcom.id, Rabu, 28 Juli 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif