Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kiri) meninjau persiapan Moto GP di Mandalika, NTB. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kiri) meninjau persiapan Moto GP di Mandalika, NTB. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

Presiden Minta Pengusaha Bangun Hotel di Mandalika

Nasional kawasan ekonomi khusus kek mandalika
Damar Iradat • 25 Juni 2019 18:12
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah taipan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta para pengusaha untuk membangun hotel di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunjang penyelenggaraan Moto GP di Mandalika pada 2021.
 
Direktur Utama Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer mengatakan, pada pertemuan tersebut Presiden Jokowi baru memperkenalkan konsep Mandalika kepada para pengusaha. Namun, menurut dia, belum ada komitmen dari para pengusaha untuk segera membangun hotel di Mandalika.
 
"Intinya Presiden menyatakan Mandalika is open for business untuk pengusaha besar dalam negeri. Belum ada komitmen (dalam pertemuan). Tadi baru perkenalan," kata Abdulbar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden juga telah meminta ITDC untuk proaktif kepada para pengusaha tersebut. Selanjutnya, ITDC juga akan tetap menjalin komunikasi dengan para pengusaha.
 
Baca juga:Mandalika akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Olahraga
 
Adapun, para pengusaha yang hadir dalam pertemuan di antaranya pemilik Djarum Budi Hartono, Bos CT Corps Chairul Tanjung, Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Bos Rajawali Corpora Peter Sondakh, Bos Grup Mulia Eka Tjandra, Pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir, perwakilan Sinar Mas Group Muchtar Wijaya dan Sulis, serta Bos Sahid Group Hariyadi Sukamdani.
 
Dato Sri Tahir mengatakan, dalam pertemuan, Presiden Jokowi meminta para pengusaha agar dapat membuka hotel di Mandalika. Apalagi, menurut dia, presiden berjanji pemerintah akan menyiapkan infrastruktur di NTB.
 
"Karena NTB sudah dipersiapkan infrastrukturnya, airport akan diperbesar. Jadi Bapak Presiden meminta supaya partisipasi pengusaha hotel untuk segera membuka hotelnya supaya ramai," ujar Tahir.
 
Tahir mengaku akan membangun hotel sesuai permintaan Jokowi. Sebab, hal itu juga dianggap sebagai amanah yang harus dilaksanakan.
 
"Amanat kok, ya harus bikin hotel dalam waktu dekat," ungkap dia.
 
Baca juga:BUMN Ikut Kembangkan KEK Mandalika
 
Kendati begitu, menurut Tahir, membangun hotel di Mandalika perlu pertimbangan matang. Karena, iming-iming pergelaran Moto GP maupun F1 menurutnya tidak terlalu menjanjikan untuk bisnis berkelanjutan.
 
"Tadi saya ingatkan, bahwa F1 dan Moto GP itu di seluruh dunia rugi loh, sampai akhirnya menjadi beban pemerintah, swasta enggak mampu itu," tutur Tahir.
 
Karenanya menurut dia, untuk menarik wisatawan, pemerintah diminta tidak hanya fokus kepada Moto GP, tetapi lebih kepada sisi turisme di Mandalika.
 
"Saya pikir bukan GP-nya yang menarik, tapi adalah tourism-nya yang menarik, jangan hanya GP-nya. 356 hari apa yang kita lakukan. Kalau bikin hotel kan secara ekonomi bisa create market, kalau misalnya ada 20 hotel dibangun kan ada market itu," tegas Tahir.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif