Monumen Nasional. foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Monumen Nasional. foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Monas Ditutup Saat Pelantikan Presiden

Nasional pelantikan presiden
Fachri Audhia Hafiez • 20 Oktober 2019 04:53
Jakarta: Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) akan ditutup saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Penutupan dilakukan karena lokasi kawasan destinasi wisata di Jakarta Pusat itu berada di kawasan ring satu.
 
"Hasil koordinasi dengan TNI-Polri, jadi semua kawasan akan ditutup sepenuhnya, karena lokasinya berada di ring satu. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan adanya kejahatan di lingkup istana," kata Kepala Seksi Ketertiban UPT Monas, Yayang Kustiawan, saat dihubungi Antara, Sabtu, 19 Oktober 2019.
 
Yayang menjelaskan, ihwal penutupan guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan saat acara di Istana Merdeka yang akan diselenggarakan pasca pelantikan Gedung MPR. Selain itu kawasan Monas juga akan digunakan sebagai tempat transit dan sterilisasi tamu yang akan datang ke istana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi di Monas ada tenda untuk pengecekan keamanan pakai metal detector, konsepnya sih itu tidak disampaikan ke kami. Ya biasa seperti saat lebaran, open house, itu kan ditampung dulu di Monas, disortir, baru setelah itu dibawa ke istana
menggunakan bus," ujar Yayang.
 
Penutupan kawasan Monas akan dimulai hari Minggu, 20 Oktober 2019 pukul 00.00 WIB, dengan durasi menyesuaikan dengan situasi di lokasi. "Durasi penutupan itu menyesuaikan, artinya kalau memang sorenya sudah dinilai kondusif, ya kami buka," pungkas Yayang.
 
Meski ditutup pada saat hari pelantikan, Monas juga tetap tidak beroperasi pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Pasalnya salah satu destinasi unggulan di ibu kota itu tengah dilakukan perbaikan.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan sejauh ini belum ada rencana rekayasa lalu lintas perubahan rute kendaraan. Kata dia, rekayasa lalu lintas seperti itu dilakukan secara situasional.
 
Untuk membantu mengamankan lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI dan Istana Negara, pihaknya mengerahkan 320 personel di 44 titik di sekitar Istana
Negara maupun DPR/MPR.
 
Mereka dikerahkan untuk membantu mengatur lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR. Harapannya, tamu kenegaraan maupun masyarakat yang datang ke sana tidak tersendat macet.
 
"Kami juga mengerahkan armada mobil untuk membantu petugas dalam mengatur lalu lintas. Diantaranya 12 mobil derek, 20 mobil patroli, dua unit mobil VMS, satu unit mobil rescue dan tiga unit mobil crane," ujar Syafrin.

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif