Kadiv Humas Mabes Polri ?Irjen Setyo Wasisto. Foto: Medcom.ID/Lukman Diah Sari
Kadiv Humas Mabes Polri ?Irjen Setyo Wasisto. Foto: Medcom.ID/Lukman Diah Sari

Polri Kecewa Australia tak Berkomunikasi soal Teroris

Nasional indonesia-australia Teror Bom di Surabaya
Dian Ihsan Siregar • 24 Agustus 2018 15:20
Jakarta: Polri menyayangkan sikap Konsulat Jenderal Australia di Surabaya yang tak mau berkomunikasi ihwal indikasi adanya ancaman teroris di Jawa Timur. Komunikasi diperlukan untuk memberikan jaminan keamanan.
 
"Sebetulnya kan bisa dikomunikasikan ancaman seperti apa yang diterima Konjen (Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes), sehingga kita bisa memberikan pengamanan yang terbaik," kata Kadiv Humas Mabes Polri ‎Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.
 
Chris Barnes batal hadir dalam acara AussieBanget Corner di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya. Pembatalan dilakukan karena adanya imbauan keamanan (security warning) yang bersumber dari Public Affairs Canberra terkait indikasi serangan teroris di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiadaan komunikasi ini, kata dia, juga bisa berimbas pada situasi Indonesia secara keseluruhan. Apalagi Indonesia saat ini sedang menggelar kegiatan internasional, Asian Games.

"Jangan sampai menggangu kegiatan kita itu yang sedang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang," kata dia.
 
Meski ada imbauan perjalanan, Setyo menegaskan Indonesia cukup kondusif dan jauh dari ancaman terorisme.
 
"Asian Games‎ masih aman dan kondusif. Kami siapkan pengamanan yang terbaik untuk Asian Games dan kegiatan internasional lainnya," kata dia.
 
Baca: Australia Keluarkan Imbauan Perjalanan ke Indonesia
 
Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel warning bagi warganya dan juga meningkatkan keamanan bagi para diplomatnya di Jakarta maupun Surabaya.
 
"Karena kekhawatiran keamanan yang meningkat, staf di Konsulat Jenderal Australia di Surabaya tidak akan menghadiri acara di Universitas Airlangga, hari ini," demikian pernyataan dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Australia, Kamis, 23 Agustus 2018.
 
Namun, tak dijelaskan lebih rinci seperti apa bentuk serangan terorisme yang dimaksud Negeri Kanguru ini.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif