Dankodaeral VIII menyampaikan permohonan atas insiden oknum prajurit dengan warga di Melonguane. ist
Dankodaeral VIII menyampaikan permohonan atas insiden oknum prajurit dengan warga di Melonguane. ist

TNI AL Minta Maaf atas Insiden di Melonguane, Oknum Prajurit Diproses Hukum

Adri Prima • 25 Januari 2026 19:34
Manado: Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menegaskan komitmennya terhadap penegakan disiplin dan supremasi hukum menyusul insiden yang melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Laut dengan warga sipil di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Pertama TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., dalam press conference yang digelar di Joglo Makodaeral VIII, Manado, Sabtu, 24 Januari 2026.
 
Dalam keterangannya, Dankodaeral VIII membenarkan adanya peristiwa kesalahpahaman yang melibatkan lima oknum anggota TNI Angkatan Laut dari Lanal Melonguane dengan seorang warga setempat. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis malam, 22 Januari 2026, sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane.

“Peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman yang diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka dan situasi sempat tidak kondusif,” ujar Dankodaeral VIII.
 
Baca juga:
Urutan Pangkat TNI AD, AL, AU dari Tamtama hingga Jenderal

 
Atas kejadian tersebut, Dankodaeral VIII menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius dalam pembinaan personel TNI AL, khususnya terkait disiplin, profesionalisme, dan sikap humanis prajurit saat bertugas di tengah masyarakat. 
 
“TNI AL tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Setiap pelanggaran akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
 
Dankodaeral VIII menjelaskan bahwa aparat gabungan TNI–Polri telah bergerak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian. Sementara itu, kelima oknum prajurit TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa kondisi keamanan di Melonguane saat ini telah kembali kondusif. Komandan Lanal Melonguane juga telah menyerahkan bantuan pengobatan serta tali asih kepada korban, sekaligus melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral VIII mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Ia memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum prajurit yang terlibat akan dilaksanakan secara transparan, objektif, dan profesional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan