Warga beraktivitas di permukiman kumuh di kawasan Kebon Pala, Jakarta, Senin. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Warga beraktivitas di permukiman kumuh di kawasan Kebon Pala, Jakarta, Senin. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.

Pemerintah akan Tata 24 Ribu Kawasan Kumuh

Nasional kawasan kumuh pemukiman kumuh
Andhika Prasetyo • 21 Februari 2019 12:16
Jakarta: Pemerintah akan menata 24 ribu kawasan kumuh tahun ini. Kawasan itu tersebar di berbagai wilayah dengan luas 888 hektare.
 
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Endra Atmawidjaja Kementerian mengatakan, dalam kurun 2015 hingga 2018, penataan sudah dilaksanakan di berbagai lokasi di Indonesia dengan total luas kawasan 23.407 hektare. Sehingga, pada akhir tahun ini, diproyeksikan kawasan kumuh yang tertata mencapai 24.295 ha.
 
Dalam melakukan penataan, Kementerian PU-Pera tidak hanya menyentuh bagian infrastruktur atau fisik saja, tetapi juga merangkul masyarakat dengan mengajak mereka menerapkan hidup sehat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan lingkungan yang bersih, tanpa ada sampah atau limbah, itu bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memunculkan potensi ekonomi lokal," kata Endra, Kamis, 21 Februari 2019.
 
Penataan kawasan kumuh dilakukan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
 
Salah satu kawasan kumuh yang ditangani pada 2018 adalah Kawasan Batang Arau, Padang, Sumatera Barat.
 
Baca: Kemiskinan Picu Kemunculan Kampung Kumuh
 
Kawasan yang dilintasi Sungai Batang Arau itu sebelumnya memiliki tingkat kepadatan bangunan yang tinggi. Kualitas bangunan serta sarana dan prasarana di daerah itu pun tidak memenuhi syarat.
 
Penataan kemudian dilakukan dengann membangun jalur pejalan kaki, drainase, taman yang dilengkapi arena skateboard, tempat sampah, toilet, lampu taman, gapura dan jalan lingkungan.
 
Pekerjaan dilakukan sejak April 2018 dan selesai Desember di tahun yang sama dengan anggaran sebesar Rp25,4 miliar.
 
"Di samping meningkatkan kualitas lingkungan, Kawasan Batang Arau yang semakin tertata rapi menjadi potensi destinasi wisata yang akan meningkatkan ekonomi lokal. Di kawasan tersebut terdapat Pelabuhan Muaro yang merupakan pelabuhan tertua di Padang serta sebagai makam Siti Nurbaya dan jembatan Siti Nurbaya," ujarnya.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif